sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Satgas Covid-19: Vaksin Nusantara dikembangkan di Amerika Serikat

Pemerintah siap mendukung pengembangan vaksin Nusantara yang dipromosikan bekas Menkes Terawan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 15 Apr 2021 16:07 WIB
Satgas Covid-19: Vaksin Nusantara dikembangkan di Amerika Serikat

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan, vaksin Nusantara dikembangkan di Amerika Serikat (AS) dan diujicobakan di Indonesia. Pemerintah berpeluang mendukung pengembangannya.

"Pada prinsipnya, semua vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mendapatkan izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), terutama dalam aspek keamanan, efikasi, dan kelayakan. Selama memenuhi kriteria, pemerintah akan memberikan dukungan," ucapnya dalam telekonferensi, Kamis (15/4).

Karenanya, tim pengembang vaksin Nusantara diminta berkoordinasi dengan BPOM. "Agar isu yang ada terkait vaksin ini segera terselesaikan."

Bekas Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari; Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad; Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Leka Lana; Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR, Adian Napitupulu; Anggota Komisi IX DPR, Saleh Daulay;  menghadiri pengambilan sampel darah vaksin Nusantara di RSPDAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu (14/4).

Bagi epidemiolog dan ahli biostatistik Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, kegiatan tersebut pembohongan publik karena dewan sudah divaksin Covid-19. Menurutnya, bekas Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, sejak awal sudah mengumbar pembohongan publik dengan menyatakan vaksin Nusantara sebagai karya anak bangsa.

Padahal, sambung dia, bahan baku vaksin Nusantara berupa antigen virus berbasis sel dendritik impor dari AS. "Indonesia belum dapat memproduksinya," ucapnya kepada Alinea, kemarin.

Selain itu, lanjut Pandu, peneliti Indonesia hanya menjadi penonton saat uji klinis tahap I vaksin Nusantara di RUSP dr. Kariadi Semarang. Prosesnya dikerjakan sekitar 12 peneliti dari AIVITA Biomedical asal AS.

Dirinya pun mempertanyakan pertanggungjawaban Terawan membuat vaksin Nusantara dengan menggandeng banyak peneliti asing sebab dibiayai Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Pertanggungjawabannya saja bagaimana? Itu kan skandal."

Sponsored
Berita Lainnya