sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Satgas Covid-19: Varian baru terdeteksi di hampir seluruh Indonesia

Jubir Satgas Covid-19 ingatkan kepala daerah tindaklanjuti SE soal larangan mudik Lebaran.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 23 Apr 2021 07:24 WIB
Satgas Covid-19: Varian baru terdeteksi di hampir seluruh Indonesia

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, varian baru Covid-19 telah terdeteksi di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Diketahui, varian baru Covid-19 yang sudah dilaporkan masuk ke Indonesia, seperti B117, B1525, hingga N501Y.

“Saat ini saja sebaran varian sudah hampir ditemukan di seluruh provinsi di Indonesia,” ujar Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/4).

Ia melanjutkan, varian baru Covid-19 yang tersebar di Indonesia mendominasi provinsi dengan kategori kota besar berpenduduk padat. Misalnya, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Untuk mengantisipasi imported case (kasus impor) dengan risiko penyebaran varian baru, maka pintu masuk pelabuhan, hingga bandara diklaim diperketat. Sebab, menjelang libur Lebaran Idul Fitri 2021 warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri diperkirakan akan kembali ke Indonesia.

Bagi WNI berkeinginan kembali ke Indonesia harus melewati mekanisme berlapis di tempat pemeriksaan imigrasi maupun pos lintas batas, sebagaimana tertuang dalam surat edaran (SE) Satgas Nomor 8 tahun 2021.

Ia mengingatkan, alasan pemerintah melarang mudik Lebaran Idul Fitri 2021 adalah untuk mencegah potensi transmisi lokal Covid-19. Sebab, berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman tentu sangat sulit menghindari interaksi fisik. SE Satgas nomor 14 tahun 2021 pun telah menyatakan, seluruh mobilitas mudik dilarang selama periode 6-17 Mei 2021.  

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah agar dapat menindaklanjuti SE 13/2021 ini dengan instrumen hukum yang selaras dan tidak bertentangan demi mensukseskan program nasional,” tutur Wiku.

Sebelumnya, beberapa kepala daerah malah menyuruh perantauan mudik sebelum Kamis (6/5). Misalnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Sponsored
Berita Lainnya