sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Satgas tuding masyarakat dan pemda tak serius lawan Covid-19

Pemerintah memasukkan 13 provinsi dalam daftar prioritas penanganan pandemi pada November ini.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 26 Nov 2020 19:09 WIB
Satgas tuding masyarakat dan pemda tak serius lawan Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Tejadi tiga hari penambahan lebih dari 5.000 kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir. Satuan tugas (satgas) pun menuding masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) sebagai penyebabnya lantaran tidak serius memutus rantai infeksi SARS-CoV-2.

“Ini harus menjadi alarm untuk kita semua. Kasus positif ini dapat terus bertambah apabila tidak ada langkah serius dari masyarakat dan pemerintah daerah untuk mencegah penularan,” ujar Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers virtual, Kamis (26/11).

Penambahan 5.534 kasus terkonfirmasi pada Rabu (25/11) menjadi rekor harian tertinggi sejak Covid-19 kali pertama diumumkan, 2 Maret 2020. Sedangkan pada hari ini turun menjadi 4.917 kasus.

Satgas memprioritaskan penanganan Covid-19 di 13 provinsi pada November lantaran penambahan kasus positif dan angka fatalitasnya tinggi, tetapi tren kesembuhan rendah. Perinciannya, Papua, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Bali, Sumatera Barat, Aceh, Riau, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Utara. 

Berdasarkan data Satgas, provinsi prioritas terus meningkat. Terdapat delapan daerah pada Juli dan Oktober bertambah dua menjadi 10 daerah.

Wiku menyesalkan tren ini mengingat beberapa provinsi di antaranya sudah masuk kategori prioritas. Semestinya kepala daerah setempat bisa memanfaatkan data untuk pengambilan keputusan sebagaimana arahan presiden. 

“Waktu yang cukup lama ini seharusnya dimanfaatkan dengan baik untuk menekan kasus, bukan menjadi lengah sehingga masih ada kenaikan kasus positif. Pemerintah daerah dari provinsi prioritas yang tidak kunjung membaik sampai saat ini mohon akan membaca data,” tuturnya.

Dari ke-13 provinsi prioritas tersebut, penambahan kasus signifikan terjadi di beberapa kabupaten/kotanya. Detailnya:
1. Banda Aceh, Aceh, sebesar 28,43% dari total kasus;
2. Medan, Sumatera Utara, 47, 74% dari total kasus;
3. Padang, Sumatera Barat, 55,55% dari total kasus;
4. Pekan Baru, Riau, 52,18% dari total kasus;
5. Jakarta Timur, DKI Jakarta, 18,92% dari total kasus;
6. Bekasi, Jawa Barat 18,5% dari total kasus;
7. Semarang, Jawa Tengah, 25,38% dari total kasus;
8. Surabaya, Jawa Timur, 28,32% dari total kasus;
9. Denpasar, Bali, 27,54% dari total kasus;
10. Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 24,97% dari total kasus;
11. Samarinda, Kalimantan Timur, 29,99% dari total kasus;
12. Makassar, Sulawesi Selatan, 46,37% dari total kasus; dan
13. Jayapura, Papua, 47,66% dari total kasus.

Sponsored
Berita Lainnya