sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sebanyak 1.029 warga mengungsi imbas Jakarta banjir

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Plt. Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Sabdo Kurnianto.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 08 Feb 2021 16:56 WIB
Sebanyak 1.029 warga mengungsi imbas Jakarta banjir
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Sebanyak 1.029 warga DKI Jakarta mengungsi imbas banjir usai hujan deras dan meluapnya Kali Sunter dan Ciliwung. Mereka sementara dievakuasi ke sejumlah lokasi pengungsian.

"Warga yang tinggal di sekitar kali terdampak luapan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Sabdo Kurnianto, dalam keterangan tertulis, Senin (8/2).

"Pengerahan petugas sudah dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Damkar, dan PPSU lelurahan agar air cepat surut. Sedangkan untuk hujan lokal di daerah Jakarta, dampak genangannya sudah surut," sambungnya.

Berdasarkan data BPBD Jakarta hingga pukul 12.00 WIB tadi, sebanyak 150 rukun tetangga (RT) atau sekitar 0,492% dari total 30.470 RT dan 42 rukun warga (RW) terdampak banjir. Titik genangan dan banjir tersebar di Jakarta Timur (Jaktim) dan Jakarta Selatan (Jaksel). 

Banjir di Jaksel melanda 38 RT dan 17 RW dengan ketinggian sekitar 40-190 cm. Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) atau 304 jiwa yang terdampak terpaksa mengungsi.

Sementara itu, banjir di Jaktim berdampak terhadap 112 RT dan 25 RW dengan ketinggian 40-275 cm. Jumlah pengungsinya sebanyak 193 KK atau 725 jiwa.

BPBD Jakarta, lanjut Sabdo, juga telah mendistribusikan bantuan, seperti ban dalam/pelampung, matras, selimut, masker kain, air mineral, dan kebutuhan anak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mencatat, sebagian besar wilayah Indonesia kini memasuki musim hujan. Puncaknya diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2021, khususnya di Sumatera, sebagian besar Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sponsored

BMKG menyatakan, ada potensi multibahaya akibat cuaca ekstrem dan bencana alam. Dari gempa bumi hingga tsunami diprediksi terjadi pada Januari-Maret 2021.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, terjadi 185 bencana rentang 1-21 Januari 2021, pukul 10.00 WIB. Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung, masih mendominasi.

Berita Lainnya