sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sebanyak 11,3% anak di Indonesia terpapar Covid-19

Anak-anak yang terinfeksi Covid-19 memiliki gejala ringan atau tanpa gejala.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Jumat, 20 Nov 2020 15:12 WIB
Sebanyak 11,3% anak di Indonesia terpapar Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Dokter spesialis anak sekaligus anggota tim satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Yogi Prawira mengatakan, saat ini persentase anak-anak di Indonesia yang terpapar Covid-19 sebesar 11,3%. Artinya, kata dia, satu dari sembilan atau 10 orang yang terinfeksi adalah anak-anak di bawah 18 tahun.

"Ini proporsi yang cukup mengkhawatirkan," ujar Yogi dalam diskusi daring bertajuk "Hari Anak Sedunia: Anak Bebas Covid-19", Jumat (20/11).

Yogi menerangkan, anak-anak yang terinfeksi Covid-19 memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Angkanya sekitar 85%. Artinya, jika ada 100 anak-anak terinfeksi virus, maka 85 anak memiliki gejala ringan, bisa sembuh tanpa dirawat.

"Tapi, ada sekitar 2% yang sakit kritis, dirawat di dalam ICU," kata dia. 

Celakanya, kata dia, ICU khusus anak jumlahnya masih kurang. Apalagi ICU Covid-19. Jika banyak anak yang terinfeksi, ia khawatir rumah sakit tak bisa berbuat banyak karena keterbatasan tadi.

Dalam diskusi itu, Yogi juga mengingatkan potensi anak-anak menularkan virus di dalam rumah.

"Jadi, kalau kita satu rumah ada berbagai kelompok usia, kita harus hati-hati ada kelompok umur yang lebih berisiko," ujarnya. 

Menurut Yogi, sebagian besar anak-anak yang dirawat karena Covid-19, jika ditelusuri kasus penularannya berasal dari orang yang tinggal serumah. Penularan bisa terjadi dari orang tua yang masih harus bekerja di luar rumah.

Sponsored

"Maka kita harus menjalankan protokol kesehatan. Klaster perkantoran kalau tidak dikendalikan akan jadi klaster rumah tangga. Dan itu sudah terjadi," kata dia.

Ia menerangkan, seandainya ada anak yang terinfeksi, harus dilakukan pelacakan kontak (tracing). "Kalau kita positif, sebaiknya kita memberitahu, jangan diam saja," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, prosedur perawatan anak yang terpapar Covid-19 sangat tergantung dari kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Ada pemda yang menyediakan shelter--semacam tempat isolasi untuk yang positif. Di Jakarta, kata dia, ada Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, yang menyediakan isolasi mandiri untuk keluarga.

"Kalau kesulitan isolasi mandiri di rumah, maka kita bisa mengajukan ke puskesmas terdekat, nanti akan dibuat masuk dalam shelter tadi," ujarnya. 

"Tapi, seandainya anak ini butuh perawatan, maka harus masuk ke dalam ruang isolasi." 

Kalau anak sudah pernah terinfeksi Covid-19, Yogi mengingatkan agar mereka tetap menjaga daya tahan tubuhnya. Caranya, dengan istirahat yang cukup, beraktivitas fisik, memakan makanan yang sehat dan bersih, serta melakukan vaksinasi.

Yogi menegaskan, dalam situasi pandemi seperti sekarang, merupakan waktu tepat mencetak generasi yang sadar kesehatan. "Ajari anak mempraktikkan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak)," tuturnya.

Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya