logo alinea.id logo alinea.id

Sebelum lahad Habibie tertutup tanah merah

Habibie dimakamkan di blok nomor 120 TMPUN Kalibata, tepat di samping kuburan sang istri, Hasri Ainun Besari.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 12 Sep 2019 20:29 WIB
Sebelum lahad Habibie tertutup tanah merah

Melihat jenazah Baharuddin Jusuf Habibie dikeluarkan dari peti mati, Ilham Akbar Habibie segera mencopot jas dan sepatu pantofelnya. Tanpa ragu, ia ikut membopong jenazah sang ayah. Dengan cekatan, Ilham pun turut serta menurunkan jenazah Habibie ke liang lahad. 

Langkah Ilham diikuti adiknya, Thareq Kemal Habibie. Keduanya terlihat kompak saat hendak menerima tubuh kaku sang ayah dari atas liang kubur. Hanya Naman, salah satu anggota tim penggali lahad dari Taman Makam Pahlawan Utama Nasional (TMPUN) Kalibata, yang menemani mereka. 

"Tadi Mas Ilham dan Mas Thareq terlihat tabah. Padahal, saya yakin dia itu sedih juga. Tapi, waktu membantu kami, mereka berdua tegar," kata Naman di TMPUN Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9) petang. 

Di liang lahad, Ilham memegang bagian kepala sang ayah, sedangkan Thareq menahan bagian kaki. Naman mengaku terharu melihat kekompakan kedua putra Habibie itu. "Saya lihat, (keduanya) amat sayang kepada Habibie," kata pria berusia 57 tahun itu. 

Habibie dimakamkan di blok nomor 120 TMPUN Kalibata atau tepat di samping kuburan sang istri, Hasri Ainun Besari, sebagaimana permintaannya kepada kedua anaknya. Ainun lebih dulu dikebumikan sekitar 9 tahun lalu.

"Kita kehilangan bapak, sahabat, panutan, negarawan, inspirator, idola. Kematian Bapak, wafatnya Bapak, itu bagaimanapun merupakan bagian dari kehidupan," ujar Ilham. 

Ilham mengatakan, Habibie adalah seorang negarawan yang andal. Tak hanya memajukan teknologi, Habibie juga turut andil dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara Islam dan demokrasi. "Agar dilihat oleh dunia bahwa keduanya compatible di negeri ini," kata dia.

Tak hanya sebagai negarawan, Ilham mengatakan, Habibie adalah ayah yang baik. Sepanjang hidupnya, Presiden ketiga RI itu selalu dikelilingi dan disayangi keluarga, sahabat, dan rekan seperjuangan. 

Sponsored

"Habibie, seperti arti namanya, (adalah) kesayangan (kita). Banyak yang Bapak sayang, banyak yang menyayanginya," ujar Ilham.

Kini, tanah merah telah menutup lahad Habibie. Meskipun begitu, Ilham mengaku, tak akan melupakan inspirasi dan teladan dari sang ayah. "Kita amat sayang ayah," imbuhnya.