sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sebut agama musuh Pancasila, MUI desak Presiden pecat Kepala BPIP

"Kalau agama diberangus, lalu sila pertama dari Pancasila mau dikemanakan. Di buang?"

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 12 Feb 2020 12:04 WIB
Sebut agama musuh Pancasila, MUI desak Presiden pecat Kepala BPIP
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia atau MUI Anwar Abbas mendesak Presiden Joko Widodo untuk memecat Prof Yudian Wahyudi, dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP. Hal ini lantaran pernyataan Yudian yang menyebut agama sebagai musuh terbesar Pancasila.

"Kalau benar beliau punya pandangan seperti itu, maka tindakan Presiden yang paling tepat untuk beliau adalah yang bersangkutan dipecat tidak dengan hormat," kata Abbas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (12/2).

Menurut Abbas, pernyataan Yudian yang dilantik sebagai Kepala BPIP pada 5 Februari lalu, sangat berbahaya karena mengancam eksitensi negara. Jika pernyataa Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta itu menjadi opini publik, Abbas menyebut eksitensi Pancasila pun akan terancam.

Abbas mengaku tak mengerti pemikiran dan pemahaman Yudian terhadap Pancasila. Sebab agama merupakan salah satu unsur dalam Pancasila. Hal ini tampak jelas dengan keberadaan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.

"Kalau agama diberangus, lalu sila pertama dari Pancasila mau dikemanakan. Di buang? Kalau dibuang berarti tidak Pancasila lagi dan berarti negara ini bubar," kata Abbas.

Wakil Rektor II Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Jakarta itu juga mengatakan, pernyataan Yudian tersebut berpotensi menghilangkan kepercayaan masyarakat pada BPIP. 

"Oleh karena itu kalau yang bersangkutan benar punya pandangan seperti itu maka pilihan yang tepat untuk kebaikan bangsa dan negara yaitu yang bersangkutan mundur atau dimundurkan," kata Abbas menegaskan.

Pernyataan Yudian yang mempertentangkan agama dan Pancasila, disampaikan dalam wawancara kepada detik.com. Menurutnya, saat ini terdapat kelompok-kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya, sehingga tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Sponsored

Dia mencontohkan Ijtima Ulama yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF Ulama untuk menentukan calon wakil presiden. 

"Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," kata Yudian. (Ant)

Waspadai lonjakan kredit bermasalah

Waspadai lonjakan kredit bermasalah

Rabu, 01 Apr 2020 17:59 WIB
Pecah kongsi di partai Tommy

Pecah kongsi di partai Tommy

Rabu, 01 Apr 2020 06:01 WIB
Berita Lainnya