sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sejumlah pemudik bawa keluarga ke Jakarta

Sehabis merayakan Idulfitri di kampung halaman, Yuyun membawa ibu, kakak perempuan, dan keponakan ke Jakarta.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 08 Jun 2019 13:05 WIB
Sejumlah pemudik bawa keluarga ke Jakarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Sejumlah penumpang yang baru balik mudik memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada Sabtu (8/6). 

Banyak dari mereka yang pulang ke Jakarta membawa keluarga dari kampung halaman, salah satunya adalah Yuyun (23).

Warga yang berdomisili di Tangerang Selatan itu mudik ke Malang, Jawa Timur, bersama putranya yang berusia tujuh tahun.

Sehabis merayakan Idulfitri di kampung halaman, Yuyun membawa ibu, kakak perempuan, dan keponakan ke Jakarta.

"Memang sudah rencana buat bawa ibu. Kasihan di kampung, semenjak bapak meninggal tiga bulan lalu, ibu jadi kesepian," jelas perempuan itu kepada Alinea.id saat menunggu dijemput suaminya di stasiun.

Sedangkan adik perempuan dan keponakan hanya akan menetap di indekosnya sebentar saja.

"Mereka hanya mau jalan-jalan keliling Jakarta sebentar, habis itu pulang lagi ke Malang," lanjutnya.

Dengan tinggal satu atap, Yuyun berharap dapat lebih baik lagi merawat ibunya yang sudah berusia 73 tahun itu.

Sponsored

"Sering khawatir karena ibu sudah tidak ada yang jaga kalau di kampung. Ini memang sudah rundingan dengan suami, sih, sepakat bawa ibu pulang ke sini," kata Yuyun.

Berbeda dengan Yuyun, Anas (30), memilih untuk tidak membawa keluarganya dari kampung halamannya.

Anas mudik bersama istri dan dua putranya ke Lumajang, Jawa Timur. Pria yang menetap di Bogor itu, mengatakan berangkat dari Jakarta untuk mudik pada 31 Mei.

Usai menghabiskan libur lebaran di kampung halaman, Anas segera bertolak pulang untuk bersiap-siap kerja pada Senin (10/6).

"Saya tidak bawa keluarga pulang, karena kontrakan saya sudah penuh. Saudara dan keluarga juga kebanyakan sudah di Jakarta," ungkapnya.

Anas mengaku puas sudah menghabiskan lebih dari seminggu di Lumajang. Tiket itu, tambahnya, adalah hasil berburu tiket online di situs KAI.

"Seperti rebut-rebutan tiketnya, tapi alhamdullilah dapat dan pulang tepat waktu," kata dia.

Sementara Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin khawatir para pendatang baru usai arus mudik dan balik Idulfitri 1440 Hijriah yang akan menambah jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor, sehingga melarang para pemudik sekembalinya ke Bogor membawa pendatang baru.

"Pesan saya, ketika pulang mudik, jangan menambah pengangguran di Kabupaten Bogor. Artinya jangan bawa orang ke sini, sehingga menambah pengangguran," ujarnya, Jumat.

Meski begitu, ia tak melarang siapa pun yang hendak membawa sanak saudara ke Bogor untuk sekadar tinggal sementara, dengan catatan melapor kepada RT ataupun RW setempat satu kali 24 jam.

"Kalau bawa saudara untuk sekadar tinggal sementara tidak apa-apa. Menginap harus lapor ke pak RT, pak RW satu kali 24 jam, supaya bisa menjaga keamanan di lingkungan kita," ujarnya pula.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, pada 2017 ada sebanyak 248.368 pengangguran. Jumlah tersebut meningkat dari 2015 sebanyak 231.854 pengangguran.

Sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Bogor juga cenderung padat, tercatat pada 2017 sebanyak 5.715.009 jiwa. Jumlah tersebut jauh meningkat dari 2015 sebanyak 4.771.932 jiwa. (Ant)

 

Berita Lainnya