sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sekjen Gerindra temui Rais Aam PBNU bahas radikalisme

Gerindra ajak seluruh ormas Islam pertegas sikap melawan randikalisme.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 13 Apr 2021 21:59 WIB
Sekjen Gerindra temui Rais Aam PBNU bahas radikalisme

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengajak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) untuk dapat bersinergi menjaga keutuhan bangsa. Salah satu caranya dengan melawan radikalisme.

Hal itu disampaikan Muzani ketika berkunjung ke kediaman Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H Miftahul Akhyar, di bilangan Rawangun, Jakarta Timur, Selasa (13/4).

"Jika kita kuat bersatu, kita tidak mudah dipecah belah dengan aksi-aksi radikal seperti terorisme. Kita harus jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang telah dicapai dengan penuh perjuangan tumpah darah daripada pahlawan-pahlawan yang telah mendahului kita," kata Muzani, dalam keterangannya, Selasa (13/4).

Tak hanya PBNU, Muzani juga mengajak seluruh organisasi masyarakat Islam untuk mempertegas sikap melawan randikalisme. Tujuannya, agar persatuan Indonesia dapat terjaga.

Muzani menilai, nilai toleransi antarumat beragama amat penting, terlebih Indonesia memiliki keragaman agama dan kepercayaan yang sangat variatif. Dengan demikian, dia berharap umat Islam di tanah air dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar, aman, dan damai di tahun ini.

"Hal yang paling mahal dalam berbangsa dan bernegara adalah persatuan. Toleransi tidak dianggap sebagai barang mahal jika kita ke masjid tenang dan ke gereja tenang. Jadi itu yang harus dijaga," ujarnya.

Selain itu, Muzani juga mengajak PBNU agar bersati menanggulangi penanganan bencana alam yang melanda wilayah NTT, NTB, dan Malang, Jawa Timur.

"Kami berharap Partai Gerindra dan PBNU bisa bersama sama melakukan sinergitas dalam rangka memberikan bantuan kepada korban-korban bencana alam yang melanda wilayah NTT, NTB, dan Malang," ujar Muzani.

Sponsored

Sementara itu, Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar berharap, silaturahim iniĀ  dapat menghasilkan sesuatu hal yang baik. Terutama untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

"Mudah-mudahan silaturahim ini akan menghasilkan hal-hal yang baik dan seterusnya," ujar Akhyar.

Berita Lainnya