logo alinea.id logo alinea.id

Sempat bertemu Romahurmuziy, Anang Iskandar bantah ditangkap KPK

Anang Iskandar mengaku hingga saat ini berada di kediamannya.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Jumat, 15 Mar 2019 21:03 WIB
Sempat bertemu Romahurmuziy, Anang Iskandar bantah ditangkap KPK

Mantan Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar yang sempat dikabarkan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membantah dirinya ikut terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh komisi antirasuah. Anang mengaku dirinya sempat bertemu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebelum Romahurmuziy ditangkap.

Calon anggota legislatif daerah pemilihan (dapil) Jatim VI itu mengaku hingga saat ini dirinya berada di kediaman pribadinya. Dia juga membantah ikut ke Surabaya untuk menemui Rommy yang ditangkap KPK.

"Hoaks dari mana itu beritanya. Sejak kemarin saya di dapil. Di Blitar, mulai kemarin sampai hari ini, tidak ke Surabaya. Berita dari mana itu kalau saya ke Surabaya," kata Anang saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).

Namun demikian, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu mengaku sempat bertemu Rommy di Kediri, Jawa Timur. Saat itu Rommy menjadi narasumber pada sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Kemenag di salah satu desa di Kecamatan Semen, Kamis (14/3). Rommy juga sempat ke Malang sebelum menghadiri acara tersebut.

Ketika acara seminar sudah selesai, Anang Iskandar kembali ke rumahnya di Perumahan Mentawai 5 Blitar. Sementara Romi menuju ke Surabaya.

"Ketemu di Kediri, karena di dapil saya. Begitu sudah selesai pisah, Rommy pulang, saya pulang. Rommy mengisi acara menjadi narasumber seminar Kemenag," ujar Anang.

Menurut mantan Kadiv Humas Mabes Polri, tertangkapnya Rommy tidak akan memengaruhi pemilu legislatif, terutama PPP dan para calegnya. Mengingat suara pileg tergantung dari perjuangan calegnya sendiri dalam mencari simpati masyarakat. 

Dia mengatakan, seorang caleg tetap dapat meraup banyak suara jika memiliki pengaruh di masyarakat. Sebaliknya, jika caleg bermasalah, maka akan mempengaruhi suara caleg di dapilnya.

Sponsored

"Tidak menurunkan kepercayaan masyarakat. Menurut saya biasa-biasa saja. Tetep pengaruh ya pengaruh, tidak pengaruh ya tetap pengaruh. Cuma tidak menurunkan kepercayaan," katanya. 

Anang sebelumnya dikabarkan ikut ditangkap dalam OTT yang dilakukan penyidik KPK di daerah Jawa Timur. Namanya mencuat berdasarkan informasi yang menyebut salah satu yang ditangkap KPK adalah caleg PPP dari dapil Jatim VI, berinisial IA. 

Di Dapil Jatim VI, ada sembilan caleg PPP. Namun dari jumlah itu, hanya Anang Iskandar yang inisialnya IA.