sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sepuluh dari 660-an WNI eks ISIS asal Banten

FKPT Banten menilai, mereka hanya rindu kampung halamannya.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Senin, 10 Feb 2020 22:28 WIB
Sepuluh dari 660-an WNI eks ISIS asal Banten
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Sebanyak 600-an warga negara Indonesia (WNI) eks kombatan Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) di Timur Tengah berasal dari berbagai daerah. Sekitar 10 di antaranya, orang Banten. 

"Dengan identifikasi pernah singgah di Banten, atau berdomisili di Banten, atau ber-KTP Banten," ujar Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tadjuddin, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (10/2).

Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, sebelumnya sesumbar, pemerintah akan memulangkan WNI di Timur Tengah yang diduga eks milisi ISIS. Disebut segera dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Terpisah, Kepala BNPT, Suhardi Alius, menegaskan, belum ada keputusan resmi ihwal kebijakan itu. Hingga kini masih dibahas bersama instansi terkait.

Belakangan, Fachrul menganulir pernyataannya. Bahkan, enggan berkomentar lagi menyangkut masalah ini.

Amas menambahkan, pemerintah sebaiknya "berpikir panjang" terkait rencana tersebut. Setidaknya keselamatan masyarakat Indonesia.

"Untuk lebih melindungi 250 juta penduduk. Agar terhindar dari penyebaran 'virus radikal', terorisme ISIS yang hendak men-Suriah-kan Indonesia," tuturnya.

Dia mengklaim, WNI eks ISIS sekadar rindu sesat terhadap kampung halamannya. Namun, paham ekstremismenya bisa muncul kembali. Tanpa diketahui negara.

Sponsored

"Tidaklah salah pemerintah harus menimbang-nimbang. Agar Indonesia tidak tumbang," tutup Amas.

Berita Lainnya