sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Si Dukun 3 in 1 bikin bayi kantongi 6 dokumen di Ibu Kota

Sejak diluncurkan pada pertengahan 2017 lalu, si Dukun 3 in 1 telah memproses 18 ribu dokumen bayi di 10 rumah sakit di Jakarta.

Syamsul Anwar Kh
Syamsul Anwar Kh Jumat, 02 Feb 2018 17:26 WIB
Si Dukun 3 in 1 bikin bayi kantongi 6 dokumen di Ibu Kota

Setiap bayi baru lahir, harus memiliki dokumen akte kelahiran dan kartu identitas anak. Guna menyederhanakan pengurusan berkas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil DKI Jakarta memperkenalkan produk ‘si Dukun 3 in 1’. Program yang dimulai sejak pertengahan 2017 itu pun diganjar penghargaan ‘Top 99 Penghargaan Pelayanan Publik’ oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Bagaimana pelayanan ini supaya lebih dekat untuk dijangkau dan lebih cepat. Si dukun kita dekatkan untuk persoalan kelahiran,” terang Kadisdukcapil DKI Jakarta, Edison Sianturi saat berbincang dengan Alinea, Jumat (2/2).

Saat ini, program tersebut telah diterapkan di sembilan RSUD dan satu rumah sakit swasta yang berada di Ibu Kota. Di tempat tersebut, bayi yang baru lahir akan langsung mendapatkan enam dokumen sekaligus.

“Jadi tadinya ngisi formulir bolak-balik. Terus pergi ke kantor-kantor BPJS dan Dukcapil, ya sudah orang tua biar tidak repot taruh saja di RS bersalin. Dihadirkan tiga instansi, rumah sakit, Dinas Dukcapil, BPJS,” sambungnya.

 

 

Rencananya, program tersebut akan ditambah untuk 10 RSUD lain pada tahun ini. Sedangkan untuk rumah sakit swasta, masih perjanjian kerja sama terlebih dahulu agar mereka menyiapkan sarana dan prasarana. Edison mengaku, saat ini pihaknya masih menginventarisir rumah sakit swasta yang akan diajak kerja sama.

“Ini menyangkut aset. Kalau mau, RS swasta siapin sarana dan prasarana kami bangun sistem. Swasta yang sudah minta RS Sukamulya Tanjung Priok,” papar Edison.

Tak hanya si Dukun 3 in 1, Dukcapil DKI menjanjikan satu program lain yang segera diluncurkan, yakni ‘Dokter Perkasa’ atau dokumen terintegerasi penuh rasa kasih sayang. Saat ini, program yang berisi layanan penyelesaian dokumen untuk orang terlantar itu tengah diujicobakan di Panti Sosial di kawasan Radio Dalam Jakarta Selatan dan Cipayung Jakarta Timur.

Sponsored

“Warga binaan sosial untuk terselesaikan jaminan kesehatan dan kehidupan. Termasuk lansia,” jelasnya.

Sementara Dirjen Dukcapil Zudan Arief Fakhrulloh menilai si Dukun 3 in 1 sebagai program yang pas untuk peningkatan layanan kependudukan di Ibu Kota. Dia menyebut, dengan inovasi tersebut, semakin memperkaya layanan lembaganya.

“Dukcapil lain juga membuat dengan nama dan varian masing-masing sesuai kebutuhan daerah. Misalnya di Sragen ada Semedi atau sehari mesti jadi, lalu di Kabupaten Bone ada Salam 10 menit, hanya 10 menit akte lahir atau akte mati sudah jadi,” terang Zudan kepada Alinea.

Berita Lainnya