logo alinea.id logo alinea.id

Siswa pelaku persekusi akhirnya minta maaf dan cium kaki gurunya

Persekusi terjadi bermula saat guru hendak mengajar tapi tidak mendapati siswanya di ruangan kelas.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 11 Feb 2019 05:56 WIB
Siswa pelaku persekusi akhirnya minta maaf dan cium kaki gurunya

Sempat melawan ketika ditegur gurunya saat meroko di dalam kelas, siswa pelaku persekusi terhadap gurunya yang videonya viral di media sosial akhirnya meminta maaf. Sembari meminta maaf, siswa berinisial AA itu juga mencium kaki gurunya yang bernama Nur Kalim.

Permintaan maaf AA itu dimediasi langsung oleh aparat Polsek Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dalam mediasi itu, mempertemukan guru, murid dan orang tua murid di Mapolsek Wiringinom, pada Minggu (11/2).

Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro, saat dikonfirmasi mengakui mediasi itu memang sengaja dilakukan sebagai upaya pembinaan terkait kasus tersebut.

"Kami panggil semua yang terkait, dan ini bukan berarti penindakan, tapi pembinaan," ucap Wahyu.

Wahyu mengatakan, kasus persekusi murid terhadap gurunya itu sepenuhnya ditangani Polsek Wringinanom. Adapun persekusi tersebut sebenarnya terjadi pada 2 Februari 2019. Namun baru viral pada 9 Februari 2019 karena videonya diunggah di media sosial.

Sementara dalam forum mediasi, siswa AA yang memberi pernyataan permintaan maaf dengan didampingi kedua orang tuanya telah mengakui kesalahannya. Anak berusia 15 tahun itu hanya terlihat mendudukkan kepalanya. Ia pun sempat mencium kaki sang guru yang sempat dilecehkannya tersebut. Sedangkan Nur Kalim, guru yang sempat dipersekusi mengaku menerima permintaan maaf siswanya. 

"Saya maafkan, dengan sepenuh hati," ujar Nur Kalim. 

Nur Kalim mengatakan, kejadian persekusi bermula saat dirinya hendak mengajar tapi tidak mendapati siswanya di ruangan kelas. Kemudian guru honorer itu mencari siswa di luar sekolah dan mendapati jika seluruh siswanya berada di sebuah warung kopi yang tidak jauh dari lokasi sekolah.

Sponsored

"Kemudian saya mendatangi lokasi dengan mendobrak pintu warung yang masih tertutup. Seluruh siswa langsung tergopoh keluar. Kemudian saya peringatkan agar segera kembali ke sekolah, karena waktu belajar sudah mulai," tuturnya.

Namun, upaya sang guru itu membuat AA marah dan membuat kegaduhan dengan merokok di kelas dan menggedor bangku ruangan kelas yang kemudian direkam salah satu temannya. Semula AA melampiaskan kemarahan dengan menggedor seluruh bangku ruangan kelas. 

Kemudian ia lebih berani lagi, buku mata pelajaran sebagai pegangan Kalim mengajar dibuang oleh AA, namun tidak sampai mengenai badan guru. Melihat tindakan itu, Kalim yang hanya digaji Rp450 ribu setiap bulannya itu, hanya memperingatkan agar mematikan rokok, namun tak digubris.

“Sebenarnya saya mulai marah merasa dilecehkan, tapi saya redam. Kalau saya memukul anaknya, perilaku itu sangat tidak terpuji dan bukan cara terbaik untuk mendidik," ujarnya.

Sebelumnya, sempat viral video berdurasi 54 detik yang memperlihatkan seorang siswa semena-mena merokok di dalam kelas, dan melakukan tindakan semena-mena terhadap seorang guru.

Video ini sempat diunggah beberapa media sosial yang mempunyai pengikut banyak, dan sempat beredar pula di beberapa pesan video di sejumlah grup milik wartawan di Gresik dan Surabaya. (Ant)