logo alinea.id logo alinea.id

Soal karhutla, dari pemda hingga presiden bakal kena gugat

Pemerintah dinilai gagal menangani karhutla sehingga menimbulkan bencana asap yang merugikan masyarakat.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 11 Sep 2019 08:20 WIB
Soal karhutla, dari pemda hingga presiden bakal kena gugat

Kepala daerah, menteri, hingga Presiden RI, bakal terkena gugatan akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah tanah air. Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau menilai, pemerintah gagal menangani karhutla sehingga menimbulkan bencana asap yang merugikan masyarakat.

"Mulai dari Presiden, Menteri KLHK, Menteri BPN, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan Nasional, Gubernur Riau sampai Bupati dan Wali Kota se-Riau, sebagai tergugat dalam class action ini," kata Ketua Divisi Hukum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA Unri), Fitrianedi di Pekanbaru, Selasa (11/9).

Materi gugatan mengacu pada UU Nomor 32 tahun 2019 tentang PPLH dan Perma Nomor 1 tahun 2002, tentang acara gugatan perwakilan kelompok. 

Fitrianedi menjelaskan, kabut asap yang terjadi akibat karhutla di Riau sudah terjadi selama hampir dua bulan. Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap dinilai semakin membahayakan masyarakat.

Dalam gugatan tersebut, pihak pemerintah akan dituntut untuk membayar ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan. Sekecil apapun derita warga atas bencana ini, harus mendapat ganti rugi dari pemerintah.

Karena itu, Fitrianedi mengajak seluruh korban asap untuk mau ikut membuat pengaduan. Semakin banyak aduan masyarakat, kata dia, gugatan yang diajukan akan semakin kuat. IKA Unri pun akan membuka posko pengaduan bagi warga terdampak. 

"Kami meminta hakim nanti dalam memutuskan perkara hukumnya, memerintahkan untuk memenuhi kerugian yang diderita para korban asap," katanya.

Para korban asap karhutla juga dapat menyampaikan pengaduan melalui nomor 082285356253, atau mendatangi Kantor IKA FH di Kampus Unri Gobah, Pekanbaru.

Sponsored

Aparat kepolisian mencatat karhutla di Riau dan Sumatera Selatan terus meluas. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, terdapat 257 titik api yang terdeteksi di Riau dalam satu pekan terakhir. Adapun di Sumatera Selatan jumlahnya mencapat 143 titik.

“Di Riau pekan sebelumnya 104, minggu ini 257. Sedangkan di Sumatera Selatan minggu ini ada 143 spot api dari sebelumnya 40,” kata Dedi di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (10/9).

Dedi mengagtakan, luas lahan yang terbakar di Riau mencapai 491,76 hektare. Adapun di Sumatera Selatan luasnya mencapai 7,79 hektare. 

Terkait penegakan hukum Dedi mengatakan sudah ada satu korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla di Riau, yaitu PT Sumber Sawit Sejahtera. Sedangkan jumlah tersangka perorangan telah mencapai 42 orang. (Ant)