sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Soal Komcad, Kemhan sebut Indonesia tertinggal

Peneliti bidang pertahanan dan keamanan LIPI, Diandra Menko menilai, pembentukan Komcad upaya memiliterisasi sipil. 

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 25 Mar 2021 07:30 WIB
Soal Komcad, Kemhan sebut Indonesia tertinggal

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Dadang Hendrayudha menyebut, Indonesia telah ketinggalan dengan negara lain soal pembentukan komponen cadangan (Komcad). Padahal, Indonesia sudah 75 tahun mereka.

Dia merinci, peta kekuatan militer dan Komcad. Misalnya, jumlah penduduk China mencapai 1.405.930.000, memiliki tentara aktif 2.255.000 dan 800.000 tentara cadangan. Lalu, jumlah penduduk Amerika Serikat sebanyak 334.297.000, memiliki tentara aktif 2.580.255 dan 2.458.500 tentara cadangan.

"Jadi, kita sudah sangat ketinggalan. Singapura, tetangga kita, yang luas teritorialnya tidak lebih dari Jakarta. Jumlah penduduknya hanya 6 juta, dia tentaranya itu hanya 60.000, tetapi komponen cadangannya itu hampir seluruh masyarakat di Singapura," ucapnya dalam diskusi virtual, Rabu (24/3).

"Tujuannya apa? kalau ada ancaman, mereka sudah terorganisir, sudah terlatih, enggak mungkin kalau ada perang pegang senjata saja enggak ngerti," sambungnya.

Sponsored

Sebelumnya, peneliti bidang pertahanan dan keamanan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Diandra Menko menilai, pembentukan Komcad mengindikasikan upaya memiliterisasi sipil. 

Tujuan dan kontribusi dalam pengaturan Komcad terhadap peningkatan efektivitas pertahanan tidak jelas. Bahkan, mengabaikan prinsip profesionalitas komponen utama (TNI). "Komcad ini hanya memperkuat gejala militerisasi yang terjadi selama 10 tahun terakhir," ucapnya dalam diskusi virtual, Rabu (3/1).

Menurut Diandra, batas antara ranah militer dan sipil kabar dalam 10 tahun terakhir. TNI dapat dikerahkan dalam ranah sipil melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Berita Lainnya