sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Soal Papua, pemerintah dianggap gagal olah kebhinekaan

Gigih menegaskan, bila pemerintah sanggup merawat kebhinnekaan, permasalahan di Papua mudah dipadamkan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Minggu, 25 Agst 2019 19:30 WIB
Soal Papua, pemerintah dianggap gagal olah kebhinekaan

Direktur Eksekutif Indonesian Club Gigih Guntoro menganggap, terkait persoalan Papua, pemerintah telah gagal mengolah kebhinekaan. Menurut dia, persoalan rasisme mengemuka karena kebhinekaan dibangun sekadar slogan.

"Seperti (slogan) saya Indonesia, saya Pancasila," ujar Gigih dalam diskusi bertajuk “Indonesia dalam Pusaran Krisis Politik, Krisis Ekonomi, dan Kepercayaan Pemerintahan Jokowi” di Neighbor Coffee Spot, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/8).

Ia menegaskan, bila pemerintah sanggup merawat kebhinnekaan, permasalahan di Papua mudah dipadamkan. Munculnya perlawanan masyarakat Papua, kata dia, disebabkan kebijakan pemerintah masih bersifat parsial.

Gigih mempertanyakan, apakah pemerintah juga telah berupaya mengobati luka lama masyarakat Papua, seperti masalah kejahatan kemanusiaan, rasisme, dan ketimpangan ekonomi. Bahkan, Gigih mengatakan, pendekatan infrastruktur dengan pembangunan yang masif telah terbukti belum cukup mengatasi kemiskinan di Papua.

Sponsored

"Mengenai persoalan-persoalan besar yang dihadapi pemerintah, memang lebih mudah membicarakan asapnya daripada mematikan apinya," ucapnya.

Sebelumnya, terjadi kerusuhan di beberapa tempat di Papua sebagai buntut dari dugaan lontaran rasisme di Surabaya dan Malang beberapa waktu lalu. Pemerintah pun berupaya meredakan kerusuhan dan mengatasi situasi. Polda Jatim pun tengah menyelidiki oknum yang mengeluarkan kata rasis ke mahasiswa Papua.