logo alinea.id logo alinea.id

Soal Romahurmuziy, Sekjen Kemenag lakukan klarifikasi hingga dini hari

Sekjen Kemenag berada di gedung KPK hingga pukul 03.00 WIB dini hari.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Sabtu, 16 Mar 2019 12:08 WIB
Soal Romahurmuziy, Sekjen Kemenag lakukan klarifikasi hingga dini hari

Sekretaris jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Nur Kholis Setiawan, sempat mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (15/3) malam. Nur Kholis datang ke kantor KPK untuk meminta klarifikasi, terkait penyegelan ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat.

"Sekitar jam 8 malam Sekjen Kementerian Agama datang ke kantor KPK, karena sebelumnya kan ada beberapa ruangan di Kemenag yang disegel. Ada kebutuhan klarifikasi, tapi apa yang diklarifikasi tentu saya belum bisa sampaikan, ya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3).

Pada Jumat (15/3) sekitar pukul 19.30 WIB, petugas KPK memang melakukan penyegelan di Kemenag. Ruang kerja menteri dan sekjen Kemenag merupakan bagian dari ruangan yang disegel KPK. Menteri Agama Lukman Hakim, adalah Ketua Majelis Pakar PPP. 

Penyegelan tersebut diduga berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy alias Romy dan pelaksana tugas (Plt) kantor wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

"Setelah klarifikasi selesai sekitar pukul 03.00 dini hari, yang bersangkutan meninggalkan kantor KPK," ujar Febri.

Sementara itu, Rommy dan empat orang lain yang ditangkap dalam OTT KPK di Jawa Timur, tiba pada Jumat (15/3) sekitar pukul 20.13 WIB di gedung KPK di Jakarta. Mereka saat ini masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sesuai hukum acara yang berlaku, sebelum 24 jam berakhir hari ini, KPK harus sudah menentukan status hukum perkara ini. KPK akan mengumumkan hasil pemeriksaannya siang ini.

"Orang-orang yang diamankan kemarin, hasil dan barang bukti, akan kami sampaikan pada konferensi pers," ucap Febri.

Sponsored