sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sua Kejagung-Antam akan bahas tambang tersangka Jiwasraya

Pertemuan tersebut rencananya dilaksanakan hari ini.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 06 Mar 2020 09:56 WIB
Sua Kejagung-Antam akan bahas tambang tersangka Jiwasraya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana bertemu PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini (Jumat, 6/3). Pertemuan berkaitan dengan pengelolaan operasional tambang emas milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Heru Hidayat.

"Besok (hari ini, red), kita (gelar) pertemuan. Antara BUMN (badan usaha milik negara) yang ditunjuk dengan tim penyidiknya," ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, di Gedung Bundar, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Penyidik belum melakukan penyitaan terhadap tambang emas di Lampung itu hingga kini, meski telah mengantongi izin. Alasannya, penyidik perlu mengecek dan memastikan kepemilikannya.

"Masih nunggu kepastian. (Penyitaan) itu (dilakukan) sampai kita tahu pasti komposisi saham," tuturnya.

Tambang emas tersebut dikelola PT Batutua Waykanan Minerals. Sebesar 60% sahamnya, dipegang PT Kalimantan Pancar Sejati–Heru menjadi direktur di perusahaan ini.

Setelah disita, Kejagung berencana mengalihkan pengoperasiannya ke perusahaan pelat merah. Kementerian BUMN disebut menunjuk Antam.

Dalam kasus ini, enam orang ditetapkan sebagai tersangka. Heru; Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro; dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartomo Tirto.

Tiga lainnya, bekas petinggi Jiwasraya. Mantan Direktur Utama, Hendrisman Rahim; eks Direktur Keuangan, Hary Prasetyo; dan bekas Kepala Divisi Investasi, Syahmirwan. Keenamnya ditahan di lokasi berbeda.

Sponsored

"Korps Adhyaksa" pun telah membuka penghitungan sementara nilai aset yang disita. Mencapai Rp11 triliun. Mayoritas milik Bentjok, nama sapa Benny.

Harta-harta yang disita beragam. Macam sertifikat tanah, kendaraan mewah, deposito, dan rekening. Tim penelusuran aset juga masih menggeledah sejumlah tempat untuk mencari bukti lainnya.

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya