sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Suami-istri pelaku bom bunuh diri di Filipina dipastikan WNI

Kedua suami istri asal Makassar itu merupakan anggota kelompok teroris JAD.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 23 Jul 2019 18:36 WIB
Suami-istri pelaku bom bunuh diri di Filipina dipastikan WNI

Kepolisian memastikan dua pelaku bom bunuh diri di sebuah gereja di Sulu, Filipina ialah warga negara Indonesia (WNI). Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, keduanya merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). 

"Setelah penangkapan Yondri dan penangkapan Yoga ternyata pelaku suicide bomber di Filipina adalah dua orang Indonesia atas nama Rullie dan Ulfah,” kata Dedi kepada wartawan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (23/7).

Sebelumnya, polisi telah menangkap terduga teroris Yogi dan Yondri di Malaysia. Yogi diketahui merupakan anggota JAD sedangkan Yondri belum diketahui berafiliasi dengan kelompok teroris yang mana.

Menurut Dedi, para pelaku bernama lengkap Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh. Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri asal Makassar, Sulawesi Selatan. 

Keduanya berangkat ke Filipina dibiayai oleh seseorang bernama Saefulah yang saat ini masuk dalam daftar pencarian (DPO) polisi. Saefullah mendapatkan dana dari 12 orang asal lima negara yang aktif membiayai aksi-aksi JAD.

“Karena (Saefulah) mengetahui rencana aksi tersebut dan memberikan dana untuk dua tersangka (Rullie dan Ulfah) ke Filipina dari Makassar,” ucap Dedi.

Beberapa hari setelah aksi teror di Gereja Sulu, otoritas Filipina sempat mengatakan pelaku bom bunuh diri di Gereja Sulu merupakan WNI. Namun, ketika itu belum ditemukan pembanding untuk mengungkap identitasnya.

Menurut Dedi, identitas keduanya baru terungkap setelah Polri membandingkan DNA dari jenazah kedua pelaku bom bunuh diri dengan DNA keluarga mereka.

Sponsored

Rulli dan Ulfa melancarkan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Bunda Maria dari Gunung Karmel, Sulu, pada 27 Januari lalu. Akibat aksi bom bunuh diri tersebut 27 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.