sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Subsidi gaji cair hari ini, Presiden berharap daya beli meningkat

Hanya yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bisa mendapatkan.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Kamis, 27 Agst 2020 15:50 WIB
Subsidi gaji cair hari ini, Presiden berharap daya beli meningkat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Pemerintah mengharapkan bantuan dalam bentuk subsidi gaji/upah untuk pekerja atau buruh membuat konsumsi rumah tangga tidak terganggu. Lebih jauh, diharapkan daya beli masyarakat menjadi meningkat, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali normal.

Harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu disampaikan, saat peluncuran Program Bantuan Subsidi Gaji/Upah untuk Pekerja/Buruh di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (27/8). 

Program tersebut, diluncurkan lantaran pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi menurun diikuti pemutusan hubungan kerja, omzet usaha anjlok sehingga konsumsi rumah tangga terpengaruh.

"Pemerintah mengeluarkan stimulus ekonomi. Misalnya, hari ini, nanti 15,7 juta pekerja diberikan. Kemarin untuk usaha kecil, mikro dan menengah diberikan modal kerja darurat Rp2,4 juta untuk 12 juta orang dan yang untuk bansos tunai bisa 9 juta orang," kata Presiden.

Penerima subsidi upah ini antara lain pekerja honorer, guru honorer, petugas pemadam kebakaran honorer, karyawan hotel, tenaga medis perawat, petugas kebersihan, dan juga karyawan hotel. Masing-masing akan mendapatkan subsidi Rp2,4 juta atau Rp600 ribu selama empat bulan.

Hanya yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bisa mendapatkan. "Siapapun yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan secara aktif sampai Juni 2020, rajin, patuh itu yang diberikan. Ini diberikan kepada pekerja dan perusahaan yang rajin membayar iuran," jelas mantan Gubernur DKI itu.

Menurut dia, program ini sebagai sebuah penghargaan kepada para pekerja dan perusahaan yang patuh selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hari ini, pencairan baru menjangkau 2,5 juta pekerja. Bulan September, akan menjangkau seluruh sasaran yang mencapai 15,7 juta pekerja.

Presiden menyampaikan, ekonomi dunia saat ini mengalami perlambatan. Ini terjadi di 215 negara. Pelambatan ekonomi tidak hanya dirasakan usaha kecil, tapi juga usaha skala menengah dan besar. Gangguan bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga kesehatan.

Sponsored

Untuk membantu warga yang terdampak, kata Presiden, pemerintah telah meluncurkan banyak stimulus ekonomi. Ada bantuan sosial tunai untuk masyarakat sebesar Rp600.000 per bulan. 

Kemudian, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebesar Rp600.000 per bulan dan subsidi listrik, gratis listrik pelanggan 450 Va.

Selain itu, Presiden menyebutkan, ada bantuan sembako bagi yang terkena PHK, Kartu Prakerja, dua hari diluncurkan Banpres Produktif untuk usaha mikro dan usaha kecil. Kelompok terakhir ini menerima bantuan Rp2.400.000 langsung secara tunai.

Salah satu perawat yang menerima subsidi menyampaikan, terima kasih kepada Presiden Jokowi, pemerintah dan BPJS Jamsostek. "Karena saya pribadi Pak Presiden, dengan adanya Covid-19, kami sangat kesulitan. Kami juga di perusahaan seperti rumah sakit mengalami penurunan," ungkap perawat itu.

Turut hadir dalam peluncuran itu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, dan Direktur BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Berita Lainnya