sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sumbar atur sanksi pidana bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19

Sanksi administratif tidak membuat warga disiplin menjalankan protokol Covid-19.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Sabtu, 01 Agst 2020 15:45 WIB
Sumbar atur sanksi pidana bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 135123
Dirawat 39290
Meninggal 6021
Sembuh 89618

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan akan membuat peraturan daerah (perda) yang memuat sanksi pidana bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar daerah-daerah di Sumatera Barat berada dalam zona hijau. 

"Kami sedang membuat perda yang ada sanksi pidana kepada mereka yang tidak mematuhi aturan kesehatan, pakai masker," kata Irwan dalam diskusi vitual melalui Youtube BNPB, di Jakarta, Sabtu (1/8). 

Irwan menjelaskan selama ini aturan tentang tentang pelanggar protokol kesehatan memang sudah ada. Namun, kata dia, aturan tersebut hanya menerapkan sanksi administratif sehingga masih banyak masyarakat yang melanggar aturan. 

"Sanksi administratif tidak membuat warga disiplin menjalankan protokol Covid-19. Kami sedang membuat aturan, di dalamnya memuat hukuman pidana atau sanksi kurungan dan sanksi denda," ujarnya. 

Menurut Irwan, Sumatera Barat termasuk daerah dengan zona hijau yang cukup banyak. Semula ada 19 Kabupaten yang termasuk zona hijau, lalu menjadi 14 Kabupaten dan bertahan selama dua bulan lamanya. Saat ini, tersisa lima kabupaten yang masih masuk dalam zona hijau Covid-19. 

Menurut Irwan, berubahnya zona hijau ke zona kuning dan merah disebabkan momentum mudik seperti pada Idulfitri dan Iduladha. Hal itu memungkinkan warga yang datang dari zona merah masuk ke daerah Sumatera Barat. 

"Orang yang berpergian dan pulang kampung masih banyak, sehingga zona hijau berubah," ujar dia. 

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 sekaligus menjaga daerah agar kembali masuk dalam zona hijau, pihaknya melakukan tiga pendekatan. Yakni, melakukan testing, tracking, isolasi, dan karatina dengan masif dan ketat.

Sponsored

Pendekatan lain, melakukan penjagaan dan pengawasan di perbatasan masuk di darat dan udara. Irwan menyebut, setiap orang yang masuk lewat udara seperti bandara, akan diwajibkan melakukan test swab secara gatis. 

"Setiap yang masuk akan kami lakukan test swab, meski ada satu atau dua orang yang masih enggak mau sehingga ini menjadi tantangan bagi kami," ujar dia.

Kemudian, Irwan juga memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara masif. Tujuannya, untuk menjaga agar daerah yang berada dalam zona aman atau zona hijau Covid-19 tidak berubah statusnya. 

"Saya enggak bisa membatasi orang yang datang ke sini, tapi upaya-upaya ini harus dilakukan secara serius," kata Irwan.

Berita Lainnya