sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sumpah Pemuda, Ketua KPK singgung satu bahasa antikorupsi

Cita-cita rakyat untuk lepas dari korupsi akan terjadi apabila generasi muda mengamalkan nilai dan esensi Sumpah Pemuda.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 28 Okt 2020 08:31 WIB
Sumpah Pemuda, Ketua KPK singgung satu bahasa antikorupsi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Tidak sedikit esensi Sumpah Pemuda yang mengajarkan dan menguatkan Indonesia dalam menghadapi permasalahan bangsa, salah satunya korupsi. Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10).

Menurutnya, dukungan seluruh eksponen diperlukan dalam memberantas praktik lancung. Firli menambahkan, cita-cita rakyat untuk lepas dari korupsi akan terjadi apabila segenap bangsa, khususnya generasi muda, benar-benar mengamalkan nilai dan esensi Sumpah Pemuda.

"Perlu satu bahasa 'Anti-Korupsi' agar kejahatan kemanusiaan (korupsi) ini benar-benar sirna dari bumi pertiwi," katanya..

Lebih lanjut, Firli turut mengutip kalimat yang dicetuskan Presiden Soekarno yang mengatakan “beri aku 1.000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda akan kuguncangkan dunia”.  

"Kata-kata itu menunjukkan betapa hebat, kuat, dan berpengaruhnya para pemuda terhadap perubahan dunia, khususnya masa depan bangsa, negara dan tanah airnya," ujarnya.

Firli yakin, generasi muda Indonesia bisa menjadi pengurus cita-cita dan harapan pendiri bangsa, salah satunya dengan menjadi pemuda pemudi antikorupsi. Karenanya, ia berpesan agar kaum muda menggunakan waktunya dengan baik.

"Tanamkan selalu nilai-nilai agama dan kejujuran dalam diri untuk membentuk serta memperkuat integritas," ucapnya.

Pada 27-28 Oktober 1928 telah berlangsung Kongres Pemuda Kedua di Jakarta. Hasilnya, menegaskan cita-cita terbentuknya tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Peristiwa tersebut yang kini dikenang sebagai Sumpah Pemuda. 

Sponsored
Berita Lainnya