logo alinea.id logo alinea.id

Survei Cyrus: Masyarakat ingin pemimpin FPI dibantu pulang

Tapi, publik juga menilai FPI sebagai organisasi yang bertentangan dengan Pancasila.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 09 Agst 2019 20:22 WIB
Survei Cyrus: Masyarakat ingin pemimpin FPI dibantu pulang

Sebagian besar masyarakat setuju pemerintah membantu kepulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Tanah Air. Hasil survei Cyrus Network menunjukkan hanya kurang dari 20% masyarakat Indonesia yang tak ingin pemerintah membantu Rizieq pulang dari Arab Saudi. 

"Hanya ada 2,6% responden yang sangat tidak setuju jika pemerintah ikut berperan aktif memulangkan Rizieq. Sisanya tidak setuju itu ada 15,1%," kata Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Alfianto saat memaparkan hasil survei di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (9/8). 

Cyrus Network menggelar survei pada periode 22-28 Juli 2019 dengan melibatkan 1.230 responden uanh tersebar 123 desa atau kelurahan di 34 provinsi. Sampel diambil menggunakan metode multistage random sampling. Data survei didapat melalui teknik wawancara tatap muka. 

Hasil survei menunjukkan sebanyak 33,3% responden setuju pemerintah berperan aktif dan ikut membantu pemulangan Rizieq. "Yang berpikir biasa saja 24,2 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak mau menjawab. Sebanyak 3,3% sangat setuju," kata Eko.

Rizieq berada di Arab Saudi sejak Maret 2017. Saat meninggalkan Tanah Air, Rizieq dikabarkan pergi untuk menjalani ibadah umrah di Makkah. Ketika itu, Rizieq berstatus sebagai tersangka kasus penyebaran percakapan bernuansa pornografi. 

Tak hanya soal pemulangan Rizieq, Cyrus Network juga merekam pengetahuan publik terhadap organisasi yang dinilai bertentangan dengan Pancasila dan masih hidup di Indonesia. Dari hasil survei, FPI termasuk menjadi salah satu organisasi masyarakat yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. 

Kelompok Islam radikal Islamic State (IS) menempati posisi teratas yang sebagai kelompok organisasi yang paling bertentangan dengan Pancasila dengan raupan 10,8% diikuti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan 10,5%. 

Sebanyak 10,3% responden memandang Partai Komunis Indonesia (PKI) masih hidup di Indonesia. "FPI juga dinilai masyarakat sebagai organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan masih hidup di Indonesia dengan suara 4,8%," tutur Eko. 
 

Sponsored