sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei LIPI: Pekerja berusia muda paling rentan di-PHK

PHK terbanyak terjadi di Bali dan Nusa Tenggara.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 20 Mei 2020 12:39 WIB
Survei LIPI: Pekerja berusia muda paling rentan di-PHK
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan, sebesar 62,7% buruh berusia 15-19 tahun terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas pandemi coronavirus baru (Covid-19). Disusul pekerja berusia 20-24 tahun (27,7%).

"Artinya, memang usia muda, di bawah 24 tahun, merupakan kelompok paling rentan terhadap PHK karena Covid-19," ujar peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Ngadi, dalam diskusi virtual, Rabu (20/5).

PHK terbanyak terjadi di Bali dan Nusa Tenggara sebesar 22% karena mengandalkan sektor pariwisata. Terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (4%) dan DKI Jakarta (6%).

Konstruksi, sektor terbanyak melakukan PHK dengan 29,3%. Selanjutnya perdagangan, rumah makan, dan akomodasi 28,9%; listrik dan gas 28,6%; serta transportasi dan pergudangan 26,4%. Bidang pertanian menjadi yang terkecil (4,1%). 

Sebanyak 13,8% dari 15,6% buruh ter-PHK, ungkap Ngadi, tidak diberi pesangon. Sisanya, sebesar 1,8%, menerima pesangon.

Survei juga menemukan, buruh yang mengalami penurunan pendapatan di atas 50% sebesar 9%, pendapatan susut 40-50% sebanyak 8%, dan 15,5% tanpa pendapatan karena tidak bisa menemukan pekerjaan lain. "Ada dari mereka yang bisa dikatakan pendapatan justru meningkat (setelah di-PHK), tetapi kurang dari 1%," imbuhnya.

Bali dan Nusa Tenggara menjadi penyumbang buruh tanpa pendapatan terbesar (42,2%). Sedangkan 15,7% buruh lainnya, pendapatannya turun 50% lebih.

Ngadi mengungkapkan, persebaran kasus PHK dan penurunan pendapatan buruh terjadi nyaris di seluruh di Indonesia. Namun, besaran dan pengaruhnya beragam antarlokasi.

Sponsored

Di sisi lain, sebesar 78% responden mengaku tetap produktif selama masa bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Dia melanjutkan, WFH tak menghambat produktivitas pekerja, sehingga kemungkinan bisa diperpanjang. Namun, sektor transporasi, perdagangan, dan makanan yang lesu akan semakin terpuruk.

"Yang perlu dilakukan bantuan sosial, bahkan Kartu Prakerja tetap harus tepat sasaran dan menjangkau korban PHK, dan utamanya juga mereka yang mengalami penurunana pendapatan di atas 50%," paparnya.

Penelitian ini melibatkan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) serta Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEBUI). Riset menggunakan metode survei daring, digelar 24 April-2 Mei 2020, dan diikuti 2.160 responden yang terkonsentrasi di pulau Jawa sebesar 71,6%

Berita Lainnya