sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei KedaiKOPI: Masyarakat memilih kesehatan daripada ekonomi

Sebanyak 75,5% masyarakat Indonesia menyatakan kesehatan lebih penting dibandingkan ekonomi.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 14 Sep 2020 16:18 WIB
Survei KedaiKOPI: Masyarakat memilih kesehatan daripada ekonomi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Lembaga survei KedaiKOPI merilis hasil survei tentang pandemi Covid-19 terbaru. Hasilnya, masyarakat lebih memprioritaskan penyelesaian Covid-19 dari sisi kesehatan daripada ekonomi. 

Sebesar 75,5% masyarakat Indonesia menyatakan kesehatan lebih penting dibandingkan ekonomi. Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo mengungkapkan, bahwa kesehatan lebih penting daripada ekonomi ini mempertegas hasil survei sebelumnya yang sudah dilakukan pada Juni 2020. 

"Hasil survei ini menyatakan, sebanyak 63,4% responden juga memilih kesehatan daripada ekonomi. Ada peningkatan persepsi terhadap pentingnya kesehatan sebanyak 11% dalam rentang waktu Juni hingga September 2020," kata Kunto Adi Wibowo dalam keterangan tertulis, Senin (14/9).

Pandemi Covid-19 memang berdampak terhadap perekonomian. Namun, hanya 27,2% responden menyatakan penghasilan mereka lebih buruk daripada sebelum pemberlakuan kebiasaan baru. 

Lalu, sebanyak 47,1% responden menilai tidak ada yang berubah dari penghasilan. Sedangkan, sebanyak 25,2% penghasilan mereka justru lebih baik setelah pemberlakuan kebiasaan baru.

Menurut Kunto, kesadaran akan pentingnya kesehatan juga berbanding lurus dengan persepsi kepercayaan yang rendah. Sebesar 31,8% responden mengaku percaya masyarakat Indonesia kebal terhadap Covid-19. 

Jumlah tersebut memang naik dari angka sebelumnya pada Juni  2020 atau 31,3%. Namun, kenaikan tersebut tidak signifikan jika dibandingkan dengan hasil survei KedaiKOPI pada 3-4 Maret 2020 atau 42,1%.

Disisi lain, sebesar 70,1% responden disebut optimistis terhadap pengembangan vaksin lokal yang sedang digalakkan pemerintah. Survei ini dilaksanakan secara tatap muka dengan mekanisme home visit.

Sponsored

Survei diselenggarakan pada 18 Agustus-6 September 2020 dengan mewawancarai 1200 responden yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia. Dalam setiap wawancara tatap muka selalu mendahulukan protokol kesehatan: menggunakan masker, menjaga jarak 1,5 meter, menggunakan sanitizer, dan tanpa kontak fisik.

Berita Lainnya