sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tak disambut presiden, BEM SI akan kembali gelar aksi

Unjuk rasa berikutnya rencananya diadakan bertepatan dengan setahun kepemimpinan Jokowi pada periode keduanya.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Sabtu, 17 Okt 2020 07:40 WIB
Tak disambut presiden, BEM SI akan kembali gelar aksi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Aliansi Badan Ekskutif Mahasiswa Selurih Indonesia (BEM SI) berencana menggelar aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) kembali. Demonstrasi susulan direncanakan tepat setahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode keduanya.

Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Remy Hastian, menerangkan, unjuk rasa susulan direncanakan setelah peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa Jabodetabek itu tidak disambut perwakilan representatif presiden saat melakukan aksi, Jumat (16/10).

"Kembali yang menemui massa aksi bukan orang yang kami harapkan, melainkan staf khusus milenial yang dirasa bukan representatif dari presiden Republik Indonesia," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (17/10).

Dalam reli berikutnya, kata dia, Aliansi BEM SI tetap menyuarakan pencabutan UU Ciptaker dan menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR. 

"Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020. Aksi ini merupakan aksi damai dan lepas dari semua tindakan anarkis sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa Indonesia," tegasnya.

BEM SI pun bakal mengajukan tiga tuntutan dan pernyataan sikap dalam demonstrasi selanjutnya. Pertama, mendesak Presiden Jokowi menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) guna membatalkan UU Ciptaker.

Kedua, mengecam laku pemerintah yang berupaya mengintervensi gerakan dan suara rakyat yang menolak UU Ciptaker. Ketiga, mengecam tindakan represif aparat keamaman terhadap demonstran di sejumlah daerah beberapa waktu belakangan ini.

"Mengajak mahasiswa seluruh Indonesia bersatu untuk terus menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Ciptaker dicabut dan dibatalkan," tandasnya.

Sponsored

Aliansi BEM SI Jabodetabek sebelumnya menggelar aksi tolak UU Ciptaker di depan Istana Negara, Jumat (16/10). Dalam kesempatan itu, mahasiswa lintas perguruan tinggi ini berharap disambut presiden. Namun, mereka tak kunjung ditemui hingga reli berakhir.

Berita Lainnya