sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Takada perlakuan khusus bagi 65 warga Jatim dari Natuna

Mereka sempat dikarantina usai dievakuasi dari episentrum penyebaran coronavirus, Kota Wuhan di China.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Jumat, 14 Feb 2020 18:23 WIB
Takada perlakuan khusus bagi 65 warga Jatim dari Natuna
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 128776
Dirawat 39082
Meninggal 5824
Sembuh 83710

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tak akan memberikan perlakuan khusus kepada 65 warganya yang telah dikarantina di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). 

"Setelah pesawat mendarat di Halim Perdanakusuma, pulang ke provinsi masing-masing. Tidak ada perlakuan khusus. Mereka pulang sama dengan penumpang yang lain. Kalau pulang dari pesawat atau turun dari pesawat," tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, dr. Herlin Ferliana, di Kota Surabaya, Jumat (14/2).

Pemerintah berencana memulangkan 285 warga negara Indonesia (WNI) yang menjalani observasi di Natuna pada Sabtu (15/2), pukul 13.00. Terbanyak dari Jatim. Dikarantina sejak 1 Februari 2020.

Warga Jatim berasal dari berbagai daerah. Perinciannya: 34 warga Surabaya; tujuh warga Malang; masing-masing empat warga Kediri dan Lumajang; masing-masing tiga warga Sidoarjo dan Probolinggo; dua warga Lamongan, serta masing-masing satu warga Tuban, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Pamekasan, dan Ponorogo.

Mereka diobservasi untuk mengantisipasi penyebaran coronavirus jenis baru, Covid-19. Selepas dijemput dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Termasuk kru pesawat dan tim medis.

Herlin melanjutkan, WNI yang telah dikarantina dibekali kartu keterangan sehat. Diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Insyaallah, yang bersangkutan tidak terkena virus corona," ucap dia.

Meski demikian, mereka diimbau menghindari tempat keramaian dulu. "Terbatas saja pertemuannya sampai beberapa hari ke depan," kata dia.

Juga meminta mereka waspada terhadap kondisi kesehatannya. Apabila mengalami demam, sesak nafas, dan batuk, dianjurkan segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sponsored

Dinkes pun menyarankan warga Jatim takcemas. Malah menerima kedatangan mereka dengan hangat.

Berita Lainnya