sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tanah Merah Jakarta lockdown, FKTMB: Lama tunggu ketegasan pemerintah

"Ketika pasien membeludak, nanti malah pemerintah yang keteteran."

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 30 Mar 2020 13:18 WIB
Tanah Merah Jakarta <i>lockdown</i>, FKTMB: Lama tunggu ketegasan pemerintah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 118753
Dirawat 37530
Meninggal 5521
Sembuh 75645

Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB) menempuh karantina wilayahnya di Kelurahan Plumpang, Kecamatan Kota, Jakarta Utara, untuk meminimalisasi penyebaran coronavirus baru (Covid-19). Keputusan berdasarkan kesepakatan bersama.

"Ketika pasien membeludak, nanti malah pemerintah yang keteteran. Makanya, kita, warga, ambil sikap yang tegas untuk antisipasi hal itu," kata Ketua FKTMB, Muhammad Huda, saat dihubungi Alinea.id di Jakarta, Senin (30/3).

Pertimbangan lain, kebijakan pemerintah pusat (pempus) hingga sekarang dianggap tidak tegas. Pangkalnya, sekadar mengimbau masyarakat untuk meminimalisasi penyebaran virus SARS-CoV-2.

"Kalau sekadar imbauan, itu enggak tegas. Warga susah (diatur), kalau enggak ditegasin. Sekarang saja banyak yang masih keliaran. Makanya, harus ada tindakan tegas," tuturnya.

"Daripada nunggu lama-lama tidak ada ketegasan dari pempus, ya, sudah kita inisiatif bareng-bareng," ucap Huda.

Alasan berikutnya, kasus Covid-19 paling tinggi se-Indonesia. Apalagi, tidak ada yang bisa berspekulasi tentang kematian. "Sebelum hal itu terjadi, ya, warga harus inisiatif," ujar dia.

Pengambilan keputusan local lockdown di Tanah Merah sederhana. Berdasarkan hasil pembahasan melalui grup pada aplikasi perpesanan. "By grup WA (WhatsApp) saja. Kan, ada," katanya.

 

Sponsored

Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Adilita Pramanti, menilai, langkah itu menunjukkan pengetahuan masyarakat lokal dalam meminimalisasi penyebaran Covid-19 baik.

"Karena setiap hari dicekoki dengan bahaya Covid-19 dan berkaca dari pengalaman negara lain," ujarnya saat dihubungi Alinea.id, terpisah.

Dirinya berkeyakinan, inisiatif tersebut tak serampangan diputuskan. Namun, ucap dia, "Sesuai dengan kesepakatan kelompok."

Berita Lainnya