logo alinea.id logo alinea.id

Tanggulangi karthutla Riau, satgas habiskan 19 juta liter air

19 juta liter air digunakan untuk pengeboman air guna mengatasi karhutla.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 15 Apr 2019 09:44 WIB
Tanggulangi karthutla Riau, satgas habiskan 19 juta liter air

Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau, telah menghabiskan 19 juta liter air sepanjang 2019 untuk melakukan pengeboman air. Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam mengatasi karhutla yang terjadi di wilayah Riau.

"Penanggulangan karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh tim darat dan udara. Untuk operasi udara, kurang lebih 19 juta liter air dikerahkan ke lokasi titik kebakaran melalui operasi pengeboman air," kata Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Riau, Senin (15/4).

Ada dua helikopter yang menjadi kendaraan utama Satgas Udara Karhutla menjalankan misinya. Keduanya adalah helikopter Kamov KA-32 dan Mi8-MTV.

Kedua helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut, telah mengangkut total 12,6 juta liter air sepanjang tahun ini. 

Selain itu, ada sejumlah helikopter lain yang turut membantu mengatasi sebaran titik api di Riau sepanjang tahun ini. Helikopter tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI, hingga swasta. 

Edwar mengatakan, total helikopter yang terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di Riau berjumlah 11 unit. Hanya saja, tidak seluruh helikopter tersebut digunakan untuk melakukan operasi pengeboman air. 

tiga diantaranya digunakan untuk patroli rutin sementara delapan yang berukuran lebih besar dimanfaatkan pengeboman air.

Satgas Udara Karhutla Riau juga diperkuat dengan keberadaan pesawat Cassa 212 dan Cessna 152 untuk kegiatan modifikasi cuaca. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan dengan menyebar garam ke awan potensial dengan tujuan menghasilkan hujan buatan.

Sponsored

"Untuk TMC total sudah dilakukan 54 kali penerbangan dengan 42 ton garam disebar ke langit," ujar Edwar.

Provinsi Riau mulai mengaktifkan Satgas Karhutla setelah menetapkan status siaga darurat sejak 19 Februari hingga 31 Oktober 2019 mendatang. TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Manggala Agni, BMKG, dan berbagai instansi lainnya bersatu padu melawan karhutla yang melanda sejak awal Januari lalu hingga hari ini.

Edwar mengatakan total 2.912 hektare lahan di provinsi Riau terbakar selama 2019 ini. Kebakaran terluas terjadi di wilayah pesisir, seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Meranti, dan Siak. Selain itu, kebakaran juga melanda Kota Pekanbaru, Pelalawan, Rokan Hulu, Kampar, Inhil, Inhu dan Kuansing. (Ant)

 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB
Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Kamis, 18 Apr 2019 14:48 WIB