sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tekan hoaks, Kominfo gandeng platform media sosial

Penyebar informasi bohong terancam penjara maksimal enam tahun.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Rabu, 04 Mar 2020 09:14 WIB
Tekan hoaks, Kominfo gandeng platform media sosial
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melibatkan berbagai platform untuk menekan hoaks dan disinformasi terkait coronavirus (Covid-19) di media sosial. Seperti Facebook, YouTube, dan Twitter.

"(Kerja sama) sudah dilakukan. Kominfo minta untuk dilakukan take down semua yang dikategorikan hoaks dan disinformasi," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, di Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Hingga Senin (2/3), Kominfo mencatat, ada 147 hoaks dan disinformasi terkait Covid-19. Beredar di berbagai platform media sosial dan pesan instan. Bulan sebelumnya, per 3 Februari, hanya 54 konten.

Aparat keamanan, tambah dia, pun bakal menindak tegas para penyebar informasi sesat terkait Covid-19. "Sesuai amanat undang-undang," ucapnya.

Penyebar hoaks terancam penjara maksimal enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. Pidana tersebut tertuang dalam Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Politikus Partai NasDem ini mengklaim, pemerintah akan melakukan segala upaya demi mencegah penyebaran coronavirus. Karenanya, masyarakat diminta tak panik.

"Pemerintah bekerja secara sungguh-sungguh, serius, terukur, dan mengambil kebijakan-kebijakan yang telah dibicarakan. Yang telah didiskusikan secara matang," tuturnya.

"Maka," tambah Johnny, "Kita bersama-sama jangan berbuat atau mengakibatkan masyarakat panik. Walaupun kita tetap harus waspada." (Ant)

Sponsored

 

Berita Lainnya