sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terbesar, anggaran pertahanan RI capai Rp126,5 triliun

Meski telah mendapatkan anggaran terbesar Rp126,5 triliun, Kementerian Pertahanan (Kemhan) masih mengajukan tambahan sebesar Rp17,5 triliun.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 20 Jun 2019 05:43 WIB
Terbesar, anggaran pertahanan RI capai Rp126,5 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Meski telah mendapatkan anggaran terbesar Rp126,5 triliun, Kementerian Pertahanan (Kemhan) masih mengajukan tambahan anggaran 2020 sebesar Rp17,5 triliun.

Sekreterasi Jenderal Kemenhan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji mengatakan, dari anggaran yang sudah disepakati oleh Kementerian Keuangan dan Bappenas , pagu indikatif yang ditetapkan untuk kementeriannya sebesar Rp126,5 triliun.

Anggaran sebesar Rp126,5 triliun tersebut lebih besar dibandingkan anggaran Kemenhan tahun ini senilai Rp107,16 triliun. Anggaran Kemenhan tahun ini juga terbilang paling besar dibandingkan dengan kementerian dan lembaga lainnya di Indonesia.

"Ada (tambahan anggaran) sebesar Rp17,5 triliun," ujar Agus usai melakukan rapat kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (19/6).

Menurut Agus, anggaran itu akan dialokasikan untuk beberapa instansi, mulai dari Mabes TNI, Kemenhan, hingga alutsista.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merinci, kenaikan anggaran Rp17,5 triliun itu akan digunakan untuk pengembangan organisasi baru (Kopsus TNI).

Alokasi pagu tambahan itu juga akan digunakan untuk modernisasi alutsista dan non alusista, sarpras matra darat, juga untuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

"Jadi total Rp17 triliun mudah-mudahan akan dibahas sesuai pagu indikatif nanti keluarnya untuk pembangunan khususnya adalah wilayah bagian timur," ujar Panglima TNI.

Sponsored

Terpisah, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Bobby Rizaldi mengkonfirmasi, anggaran tambahan Rp17,5 triliun yang diajukan oleh Kemenhan dan TNI merupakan anggaran tambahan, di luar pagu indikatif yang sudah ditetapkan oleh Kemenkeu dan Bappenas.

Kendati demikian, kata Bobby, saat ini Komisi I masih mempertimbangkan usulan tambahan pagu yang diusulkan oleh Kemenhan dan TNI. 

"Itu di luar (pagu indikatif) yang ditetapkan. Rp17,5 triliun itu usulan tambahan. Ini baru diusulkan ke Komisi I," tulis Bobby melalui pesan singkat.

Berita Lainnya