logo alinea.id logo alinea.id

Terdakwa suap KONI ungkap permintaan duit dari Menpora

Menpora Nahrawi menagih honornya saat menjadi Ketua Satlak Prima.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Senin, 13 Mei 2019 18:52 WIB
Terdakwa suap KONI ungkap permintaan duit dari Menpora

Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana mengaku pernah dimintai uang oleh Menpora Imam Nahrawi. Menurut Mulyana, Nahrawi meminta uang kepadanya untuk honorarium sebagai Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) pada 2017. 

"Jadi memang pada saat akhir tahun 2017, Pak Menteri bertanya ke saya, 'Saya (Imam Nahrawi) dapat honor tidak? Honor tentang Satlak Prima, dulu kan zaman Prima. Prima itu Program Indonesia Emas," kata Mulyana usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/5).

Mulyana ialah terdakwa penerima suap berupa satu unit mobil Fortuner senilai Rp480 juta, uang Rp400 juta, dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9.

Suap diberikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum (Bendum) KONI Johny E Awuy guna memuluskan pencairan dua dana hibah dari Kemenpora ke KONI dengan nilai total sekitar Rp47 miliar. 

Menurut Mulyana, Presiden Joko Widodo melalui Perpres No 19 tahun 2017 membubarkan Satlak Prima pada Oktober 2018 lantaran Indonesia hanya menempati posisi kelima dalam SEA Games 2017. Meskipun posisinya jeblok, Nahrawi merasa masih berhak mendapatkan honor. 

"Nah, saya kan baru masuk. Jadi, saya panggillah Pak Chandra sebagai PPK (pejabat pembuat komitmen) sebagai Asisten Deputi Olahraga Prestasi, 'Dapat honor tidak (Pak Menteri)?' Dijawab Pak Chandra, 'Dapat Pak honornya'," ujar dia. 

Mulyana lantas menyampaikan kepada Imam Nahrawi bahwa sebagai menteri, Imam mendapatkan honor. Namun, pembayaran honor melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Kemenpora Supriyono.

"Setelah itu kita (Mulyana, Chandra, dan Supriyono) ketemu. Ya, sudah bayar. Kasih berapa? Sekarang ada uang Rp400 juta, ya sudah kasih Rp400 juta. Tapi, Pak Chandra maunya Rp1 miliar, tapi faktanya hanya Rp400 juta. Ulum terus menagih, mana yang Rp600 jutanya?" tambah Mulyana.

Sponsored

Ulum yang dimaksud adalah Miftahul Ulum selaku asisten pribadi Menteri Nahrawi. "Jadi melalui Ulum dikasihnya. Menteri sebagai penanggung jawab di struktur organisasi, ada honornya. Nilainya memang kecil sekitar Rp5 juta. Selama 1 tahun, ya, mungkin sekitar Rp400-an juta," ujar Mulyana.

Belakangan dalam sidang terungkap bahwa uang Rp400 juta yang diberikan Supriyono ke Ulum berasal dari KONI. Namun demikian, Mulyana mengaku tak tahu jika duit untuk membayar honor Menpora dan membeli mobil Fortuner diperoleh dari KONI.

"Saya jujur tidak tahu, termasuk pinjam uang untuk beli mobil itu saya tidak tahu, dan baru tahu sekarang. Malah, Supri mengatakan ke saya bahwa ATM-nya Kemenpora adalah KONI dengan commitment fee itu," ujarnya. (Ant)