sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Seorang terduga teroris di Banten ternyata karyawan Krakatau Steel

Seorang terduga teroris yang ditangkap Densus merupakan karyawan setingkat supervisor di PT Krakatau Steel.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 15 Nov 2019 09:17 WIB
Seorang terduga teroris di Banten ternyata karyawan Krakatau Steel

Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat terduga teroris di Banten pada Rabu (13/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Dari keempat terduga teroris yang diamankan, satu satunya ternyata karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Krakatau Steel. 

Corporate Secretary Krakatau Steel, Pria Utama, membenarkan adanya penangkapan terhadap karyawan PT Krakatau Seteel itu. Saat ditanya lebih jauh, Pria enggan menyebutkan identitas karyawan tersebut.

“Yang bersangkutan adalah karyawan level staf setingkat supervisor di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan bukan merupakan petinggi atau level manajemen,” kata Pria dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (15/11).

Pria menuturkan, PT Krakatau Steel mendukung segala upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian. "Atas penangkapan tersebut, PT Krakatau Steel tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardy, mengatakan karyawan perusahaan BUMN yang diamankan dalam operasi Densus 88 berinisial QK. Ia merupakan seorang laki-laki berusia 54 tahun.

Selain menangkap terduga QK, Densus 88 juga menangkap tiga orang lainnya. Mereka adalah seorang pria berusia 28 tahun berinisial DA, seorang laki-laki usia 45 tahun berinisial AP, dan terakhir seorang pria berinisial MA berusia 45 tahun.

“Tidak menutup kemungkinan ada orang lain (teroris) di sana (perusahaan milik negara) tersebut. Pasalnya, salah satu (yang diamankan) karyawan di BUMN,” kata Kombes Edy Sumardy.

Edy mengatakan, meskipun penyidikan dan pengembangan kasus dilakukan oleh Densus 88 di Mabes Polri, pemantauan jaringan terorisme di Banten juga terus dilakukan oleh Polda Banten. “Pemantauan akan terus dilakukan, ada tugas kasatgas pencegahan, tugas kita hanya mem-back up Densus," ucap Edy.

Sponsored

Edy menambahkan, pascaledakan bom yang terjadi di Maporestabes Medan, Sumatera Utara, dan penangkapan empat terduga teroris di Banten, pihak Polda Banten memperketat penjagaan di beberapa objek vital nasional dan pusat keramaian di Banten. 

"Seluruh objek vital nasional tetap dilakukan pengamanan dengan anggota bersenjata lengkap," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, keempat orang yang diamankan Tim Densus 88 ini diduga kuat terlibat suatu tindak pidana terorisme setelah melalui proses penyelidikan cukup panjang.