sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden Jokowi minta masyarakat tidak panik dan tetap produktif

Sebagai negara kepulauan, tingkat penyebaran coronavirus di Indonesia derajatnya bervariasi.

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Minggu, 15 Mar 2020 14:52 WIB
Presiden Jokowi minta masyarakat tidak panik dan tetap produktif

Presiden RI Joko Widodo mengimbau seluruh rakyat Indonesia tidak panik menyikapi wabah coronavirus atau COVID-19. Masyarakat diminta tetap produktif agar penyebaran virus itu bisa dihambat dan dihentikan.

"Kepada seluruh rakyat Indonesia saya harap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa kita hambat dan kita setop," ujar Presiden dalam keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3).

Presiden menyampaikan sejak pengumuman adanya kasus COVID-19, di Tanah Air, awal bulan ini, dirinya telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dan kementerian terkait untuk meningkatkan langkah-langkah ekstra penanganan global.

Presiden mengatakan beberapa negara yang mengalami penyebaran COVID-19 lebih awal dari Indonesia ada yang melakukan lockdown dengan segala konsekuensi yang menyertai.

Namun ada juga negara yang tidak melakukan lockdown namun melakukan langkah dan kebijakan tepat dan cepat untuk menghambat COVID-19.

Sejauh ini, kata Presiden, pemerintah terus berkomunikasi dengan organisasi kesehatan dunia WHO dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk menangani COVID-19.

Pemerintah juga telah membentuk gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Presiden, gugus tugas itu efektif menyinergikan seluruh kekuatan bangsa, baik ASN, TNI, Polri, serta melibatkan dukungan swasta, lembaga sosial dan perguruan tinggi dalam menangani COVID-19.

Sponsored

Presiden menekankan sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran COVID-19 di Indonesia derajatnya bervariasi antara wilayah yang satu dengan yang lain.

Presiden meminta seluruh gubernur, bupati, wali kota memantau seluruh daerah masing-masing dan berkonsultasi dengan pakar untuk menanggulangi situasi yang ada serta berkonsultasi dengan BNPB untuk menetapkan status siaga darurat atau tanggap darurat non-bencana alam. (Ant) 
 

Berita Lainnya
×
tekid