sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tidak perlu impor, produksi pertanian Indonesia semakin baik

Food Estate merupakan salah satu program unggulan untuk meningkatkan produksi beras di dalam negeri.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Selasa, 16 Mar 2021 20:54 WIB
Tidak perlu impor, produksi pertanian Indonesia semakin baik

Kepala Bidang Kajian Strategis dan Advokasi Perhimpunan Organisasi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (DPP Popmasepi), Sahabudin Letsoin, mengatakan, bahwa saat ini sektor pertanian Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Yakni, pertanian yang semakin maju, semakin mandiri, dan semakin modern.

Perkembangan tersebut, kata Sahabudin, menunjukan bahwa Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan secara mandiri, sehingga ke depan, kalau bicara pangan tidak perlu melakukan impor.

"Upaya pemerintah dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan nasional terus dilakukan, terutama komoditas beras yang notobenenya sebagai pangan pokok. Karena itu, pemerintah memiliki data yang meyakinkan, bahwa stok beras nasional masih bisa terpenuhi," uhar Sahabudin di Jakarta, Selasa (16/3).

Selain itu, menurut Sahabudin, pemerintah juga terus menciptakan inovasi dan konsep modern produksi pertanian seperti yang tertuang pada program food estate yang kini sudah memasuki masa panen raya di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Food Estate merupakan salah satu program unggulan untuk meningkatkan produksi beras di dalam negeri. Artinya, tujuan pemerintah menjaga pasokan beras di masa krisis melalui program ini sudah mulai terlihat. Kami patut bersyukur karena pemerintah juga membangun food estate di wilayah lain," katanya.

Berdasar data yang ada, impor beras 1 juta ton sangat tidak masuk akal dan bukan merupakan sebuah sulusi untuk memenuhi pangan dalam negeri. Impor hanya kebijakan yang nantinya akan menyakiti hati para petani.

"Artinya, impor beras tahun 2021 ini tidak perlu dilakukan, karena sangat kontradiktif dengan data beras yang sangat meyakinkan dari pemerintah sendiri. Di lain sisi petani sedang menyambut masa panen raya, jika impor beras tetap dilakukan, maka akan berpengaruh terhadap equilibrium permintaan dan penawaran beras, dalam hal ini petani akan dirugikan karena harga beras mengami penurunan," urainya.

Apalagi, menurut Sahabudin, produksi beras dalam negeri pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta, kemudian meningkat lagi menjadi 31,33 juta ton di tahun 2020. Bahkan, BPS memperkirakan produksi padi pada periode Januari-April 2021 mencapai 25,37 juta ton GKG, atau mengalami peningkatan sebesar 5,37 juta ton (26,88%) dibandingkan tingkat produksi padi tahun 2020 di periode yang sama, yakni 19,99 juta ton GKG.

Sponsored

"Angka proyeksi ini terbilang sangat signifikan, sehingga produksi beras sebesar 31,33 juta ton pada tahun 2020, secara optimis tentu akan mengalami kenaikan juga di tahun 2021," tutupnya.

Berita Lainnya