sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Akhirnya, seluruh korban longsor Nganjuk ditemukan

Operasi SAR pencarian korban longsong Nganjuk dihentikan

Fathor Rasi
Fathor Rasi Sabtu, 20 Feb 2021 16:27 WIB
Akhirnya, seluruh korban longsor Nganjuk ditemukan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban meninggal dunia akibat longsor di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Korban ditemukan setelah enam hari upaya pencarian. Dengan ditemukannya seluruh korban meninggal tersebut, maka operasi SAR pun dihentikan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyampaikan, berdasarakan data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari Jumat (19/2) pukul 22.00 WIB, total korban meninggal yang berhasil ditemukan mencapai 19 orang.

"Data ini sesuai dengan laporan warga yang kehilangan anggota keluarga dan kerabatnya akibat kejadian longsor tersebut," ujar Raditya Jati dalam keterangannya, Sabtu (20/2).

Selain itu, lanjut Raditya, Pusdalops juga mendata sebanyak 142 kepala keluarga warga Desa Ngetos masih mengungsi pascalongsor di halaman SD Negeri 3 Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. 

Keberhasilan operasi SAR tersebut berkat kolaborasi dan kerja sama yang baik antar seluruh elemen baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan dan juga masyarakat.

"Kami juga melakukan diskusi dengan tim geologi, terkait rekahan di atas dan air di tanah, sehingga kami lakukan dengan alat early warning system yang sederhana, manual itu sebagai tanda kalau ada apa-apa," ujar Kepala Basarnas Jawa Timur Hari Adi Purnomo kemarin.

Meski operasi SAR telah dihentikan, jelas Hari, namun tim gabungan akan kembali melakukan pencarian korban jika ada masyarakat yang melaporkan kerabatnya yang hilang akibat longsor ini.

"Alat berat masih tetap akan beroperasi tanggal 20 Februari 2021, untuk membenahi kondisi tanah pascalongsor," jelas Hari.

Sponsored

Pun penanganan darurat masih akan terus dilakukan berdasarkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor tanggal 15 Februari-28 Februari 2021 yang dikeluarkan oleh Bupati Nganjuk.

Berita Lainnya