sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap diabetes masih rendah

Dari jumlah orang dengan diabetes yang mencapai 19,5 juta, hanya 2 juta yang telah terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan.

 Ratih Widihastuti Ayu Hanifah
Ratih Widihastuti Ayu Hanifah Sabtu, 04 Des 2021 14:38 WIB
Tingkat kesadaran masyarakat terhadap diabetes masih rendah

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia, dan Novo Nordisk meluncurkan chatbot & iklan layanan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap diabetes. 

“Untuk menyediakan berbagai informasi mengenai diabetes dan membantu masyarakat memahami risiko diabetes masing-masing. Gendis adalah singkatan dari 'ceGah & kENDali DIabeteS'," jelas Budi Gunadi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/12).

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB Perkeni) Ketut Suastika mengatakan, jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dari 10,7 juta pada 2019 menjadi 19,5 juta pada 2021. Tahun ini, Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, naik dari peringkat ketujuh di 2019.

"Peningkatan ini sangatlah memprihatinkan," kata dia.

Parahnya, dari jumlah orang dengan diabetes di Indonesia yang mencapai 19,5 juta. Namun, hanya 2 juta yang telah terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan. Ini karena rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap diabetes. Padahal, semakin tingginya jumlah orang diabetes yang tidak terdiagnosis dan dapat mengakibatkan kadar glukosa darah tidak terkontrol dan akibatnya mengakibatkan berbagai komplikasi

“Pencegahan diabetes dan komplikasinya, serta diagnosis dan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem kesehatan,” tambah Suastika.

Terkait itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen mengatakan, chatbot dan Public Service Announcement (PSA) tersebut, merupakan implementasi dari nota kesepahaman antarpemerintah (G2G MoU) antara Indonesia dan Denmark, tentang kerja sama kesehatan dalam pencegahan diabetes melalui iklan kesehatan.

“Chatbot dan iklan layanan masyarakat yang kami luncurkan pada hari ini merupakan sebuah tindakan nyata dari perjanjian kami. Kami meyakini chatbot dan iklan tersebut akan terus memotivasi masyarakat untuk secara aktif mengalahkan diabetes. Ke depannya, kami akan mempercepat kerja sama di bidang kesehatan dengan Indonesia untuk meningkatkan pengelolaan kesehatan masyarakat,” ucap dia.

Sponsored

Kemudian, General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty mengatakan, bersama dengan Kemenkes, pihaknya yakin masyarakat bisa mengedukasi diri pentingnya menjaga kesehatan diri. Demi meningkatkan taraf hidup masyarakat, penderita diabetes, dan meningkatkan pencegahannya. 

Dia menambahkan pengembangan chatbot virtual ini merupakan cara memudahkan masyarakat dalam mendapati informasi mengenai diabetes

“Kami mengembangkan TanyaGendis yang merupakan sebuah chatbot virtual yang tersedia dalam WhatsApp karena kami ingin memudahkan semua masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai diabetes," jelasnya.

Selain itu, iklan layanan masyarakat juga akan disebarluaskan melalui berbagai media sosial dan tempat umum untuk menjangkau masyarakat, termasuk generasi muda, sehingga mereka dapat menjalani gaya hidup yang lebih baik dan mencegah diabetes sejak dini.

“Kami percaya bahwa chatbot dan iklan layanan masyarakat mengenai diabetes ini akan mengedukasi dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan mereka," tandasnya.

Penyebaran informasi melalui berbagai platform merupakan strategi untuk memanfaatkan teknologi digital. Informasi yang tersedia dalam chatbot maupun alur cerita dalam iklan layanan masyarakat ini akan mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan mengedukasi masyarakat agar mampu menilai risiko diabetes secara mandiri. 

“Kampanye chatbot dan iklan layanan masyarakat ini juga menyoroti bahwa tindakan kolektif dan individu akan terus mendorong kemajuan dan terus menggerakkan kita untuk mengalahkan diabetes,” tutup Anand.

Berita Lainnya