sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tito sentil Anies: Dibanding Shanghai, Jakarta seperti kampung 

Tito meminta Anies menengok sejarah pembangunan kota Beijing dan Shanghai.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Selasa, 26 Nov 2019 15:51 WIB
Tito sentil Anies: Dibanding Shanghai, Jakarta seperti kampung 
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengkritik kondisi Jakarta yang masih semrawut di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Menurut Tito, jika dibandingkan Shanghai, Jakarta seperti sebuah kampung kecil. 

"Pak Anies saya yakin sering ke China. Kalau kita lihat Jakarta ini seperti kampung dibandingkan Shanghai," kata Tito saat memberikan sambutan dalam Kongres Asosiasi Pemerintah Provinsi (APPSI) ke VI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11).

Selain Shanghai, Tito juga membandingkan kondisi Jakarta dengan Beijing. Menurut Tito, dua kota di China itu terus berkembang dari waktu ke waktu. Padahal, dua kota itu sangat tertinggal jika dibandingkan dengan Jakarta pada 1998. 

Tito mengisahkan, tak banyak kendaraan roda empat yang ia temui saat berkunjung ke dua kota itu pada 1998. Di sisi lain, Jakarta sudah mulai padat dan sering dilanda kemacetan. 

"Saya kebetulan saat sesko di Australia studi banding ke China, Beijing, dan Shanghai. Di sana masih banyak yang naik sepeda. Di Beijing pun masih banyak rumah-rumah kumuh kayak kampung. Sungai-sungainya pun hitam dan kotor," ujar dia.

Namun, saat ia berkunjung baru-baru ini, keadaan sudah berbanding terbalik. Menurut Tito, dua kota tersebut tergolong sangat mewah jika dibandingkan dengan Jakarta hari ini. Keduanya malah bisa disetarakan dengan dua kota maju di Amerika Serikat, yakni Washington DC dan New York.

Karena itu, ia meminta Anies menengok sejarah pembangunan di dua kota tersebut. "Bagaimana kota tersebut bisa berkembang jika dirunut dari sejarahnya," kata eks Kapolri itu. 

Lebih jauh, Tito juga menyinggung masalah stabilitas ekonomi. Dalam konteks ini, kota yang dijadikan pembanding ialah Hong Kong. Ia membandingkan bagaimana perekonomian Jakarta dan Hong Kong bereaksi saat dilanda gelombang demonstrasi.

Sponsored

"Jakarta langsung terganggu ekonominya begitu demo tiga hari saja. Tapi, Hong Kong ekonominya masih kuat. Padahal, demo berlangsung berbulan-bulan," terangnya.

Namun demikian, Tito mengapresiasi respons cepat Anies dalam menangani aksi unjuk rasa. Menurut Tito, ketanggapan Pemprov DKI di bawah komando Anies dalam membersihkan sisa-sisa demonstasi dianggap menjadi hal positif.
 

Berita Lainnya