sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tjahjo Kumolo minta tambahan anggaran Rp1,9 triliun 

Kementerian Dalam Negeri mendapat pagu anggaran sebesar Rp3,40 triliun.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 20 Jun 2019 21:45 WIB
Tjahjo Kumolo minta tambahan anggaran Rp1,9 triliun 

Kementerian Dalam Negeri melaporkan kepada Komisi II DPR, bahwa kementeriannya mendapatkan pagu anggran sebesar Rp3,40 triliun. Anggaran tersebut naik sebesar 7,3% dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2019 senilai Rp3,17 triliun. 

Meski ada kenaikan anggaran, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, merasa itu belum cukup. Karena itu, meminta persetujuan Komisi II DPR untuk bisa menambahkan anggaran untuk kementerian yang dipimpinnya sebesar Rp1,9 triliun.

“Di dalam usulan ini ada tambahan Rp1,9 triliun termasuk untuk BNPB. Secara prinsip, poin-poinnya adalah untuk peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia),” kata Tjahjo Kumolo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis, (20/6).

Selain untuk peningkatan kualitas SDM, kata Tjahjo, dana tambahan tersebut juga hendak digunakan untuk menyelesaikan sarana dan prasarana di wilayah perbatasan. Pasalnya, sampai saat ini ada beberapa sarana yang belum selesai pengerjaannya. 

Tak hanya itu, dana tambahan itu disebut Tjahjo juga akan digunakan untuk pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak yang rencanaya akan diselenggarakan pada 2020 mendatang. 

"Tahun depan memasuki pilkada serentak kembali. Termasuk penganggaran untuk bantuan parpol (partai politik) dan penganggaran bantuan untuk kelurahan," ujar Tjahjo. 

Tjahjo memastikan, anggaran Kemendagri sudah termasuk yang di dalamnya telah dianggarakan untuk dana bantuan partai politik yang besarannya tetap Rp1.000 per suara. 

Seperti diketahui, sebanyak 270 daerah akan menggelar pilkada serentak pada 2020. Terdiri atas 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Sponsored

Salah satu provinsi yang akan menggelar pilkada serentak yakni di Nusa Tenggara Timur. Ada sembilan dari 22 kabupaten/kota di provinsi tersebut yang akan menggelar pilkada serentak pada 2020.

"Pada pilkada serentak tahap dua pada 2020, akan ada sembilan kabupaten. Tiga di pulau Flores, dua di pulau Sumba, tiga di pulau Timor dan Sabu Raijua," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT, Thomas Dohu. 

Sembilan kabupaten yang menggelar pilkada pada 2020 itu adalah Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Ngada di pulau Flores, Sumba Timur, Sumba Barat di pulau Sumba, Sabu Raijua, Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU) di Pulau Timor.

Menurut dia, masa jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah di sembilan kabupaten ini memang berakhir pada tahun 2020 mendatang. "Akhir masa jabatan (AMJ) sembilan kabupaten ini sama karena pemilihannya dilakukan pada pilkada tahap pertama yang dimulai pada 2015 dan dilantik secara bersamaan," kata Thomas.