close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono (tengah) menggelar konferensi pers di Koarmada I, Senin (9/5/2022). Foto tnial.mil.id/
icon caption
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono (tengah) menggelar konferensi pers di Koarmada I, Senin (9/5/2022). Foto tnial.mil.id/
Nasional
Senin, 09 Mei 2022 22:14

TNI AL gagalkan penyelundupan kokain lewat laut senilai Rp1,25 triliun

Penggagalan ini berawal dari adanya informasi intelijen bahwa diduga akan ada penyelundupan narkoba melalui laut.
swipe

Kapal Patroli TNI Angkatan Laut (TNI AL) KAL Sanghiang unsur kapal patroli Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten jajaran Koarmada I berhasil menggagalkan penyelundupan 179 kg narkoba jenis kokain senilai Rp1,25 triliun di Perairan Selat Sunda, Minggu (8/5).

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mengungkapkan, penggagalan ini berawal dari adanya informasi intelijen bahwa diduga akan ada penyelundupan narkoba melalui laut, sehingga TNI AL dalam hal ini KAL Sangiang  yang sedang melaksanakan pengamanan arus mudik dan arus balik libur Lebaran 2022, meningkatkan pengawasan dan pengamanan di perairan Selat Sunda terhadap kapal-kapal yang melintas.

Usaha ini membuahkan hasil dengan ditemukannya 4 benda mencurigakan terbungkus plastik mengapung di sekitar perairan Merak oleh KAL Sangiang Lanal Banten Koarmada I pada Minggu (8/5) pukul 12.30 WIB. Benda mencurigakan tersebut selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak BNN Propinsi Banten dan diketahui bahwa barang tersebut merupakan narkoba jenis kokain. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh BNN disaksikan pihak TNI AL didapatkan sejumlah 179 kg dengan asumsi harga menurut BNN Rp 5-7 juta per gram, maka total nilai narkotika tersebut sekitar Rp1,25 triliun.

“Modus operandi dengan melempar barang tersebut dengan pelampung di perairan. Kemungkinan yang pertama adalah sudah ada orang yang akan mengambil. Jadi kemungkinan sekitar tersebut sudah ada perahu cepat atau orang-orang yang akan mengawasi pergerakan barang tersebut,” kata Wakasal dalam konferensi pers yang dipantau secara online, Senin (9/5).

Analisa yang kedua, kata dia, mereka mempelajari karakteristik arus di suatu selat hingga menggunakan alat bantu berupa sinyal posisi.

“Kita bisa menghitung dan ada datanya, bahwa data perairan di Indonesia ini ada pasang surut. Atau juga menggunakan alat bantu sinyal posisi. Caranya alat bantu itu dipasang di bungkusan tersebut sehingga benda tersebut bisa dideteksi oleh kapal yang akan mengambil,” ujarnya.

Heri menambahkan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan BNN, Polri, hingga intelejen setelah ditemukannya ratusan kilogram narkotika ini.

Sementara itu, Kepala Deputi Pemberantasan BNN Irjen Kennedy mengatakan, BNN masih mencari tahu asal kokain tersebut. Yang jelas, kata dia, kokain ini diduga berasal dari tiga sumber.

“Kami akan mengecek lebih lanjut di laboratorium BNN pusat barang ini dari mana. Karena kita tahu sumber barang heroin ini ada tiga sumber kokain atau heroin. Dari Golden Triangle Myanmar dan sekitarnya, dari Golden Crescent dari Irak dan Pakistan, dan ada Golden Paecock dari Amerika Latin. Nanti begitu cek di lab akan tahu ini dari mana,” jelasnya.

Kennedy juga menjelaskan BNN juga akan melacak apakah kokain ini akan dijual di Indonesia atau sekedar melewati perairan Indonesia.

“Kami sedang pelajari ini apa dipasarkan di Indonesia atau Negara Indonesia sebagai transit dan akan dialihkan ke negara lain. Kami akan tetap pelajari barang ini,” ujarnya.
 

img
Edo Sugiyanto
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan