sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

TNI butuh tambahan Rp3,2 triliun tangani Covid-19

TNI juga telah melakukan pengalihan anggaran untuk menangani pandemi Covid-19.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 15 Apr 2020 14:54 WIB
TNI butuh tambahan Rp3,2 triliun tangani Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaporkan kebutuhan anggaran dalam menangani Covid-19 kepada Komisi I DPR RI, dalam Rapat Kerja yang digelar secara virtual, Rabu (15/4). Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menyampaikan pengalihan anggaran TNI untuk penanganan pandemi corona.

"Dalam kesempatan ini saya laporkan kebutuhan anggaran yang belum terdukung sebesar Rp3,2 triliun," kata Hadi dalam rapat tersebut.

Kebutuhan anggaran ini, kata dia, akan dialokasikan ke beberapa lini penanganan Covid-19 yang dimiliki TNI. Sebanyak Rp1,4 triliun akan dialokasikan untuk pengerahan 90 ribu personel TNI dalam membantu penanganan Covid-19 selama 150 hari.

Penanganan tersebut, kata Hadi, berupa operasi kontijensi selama 90 hari dan 60 hari dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Selain itu, TNI juga akan mengalokasikan Rp1,8 triliun lainnya untuk kebutuhan alat kesehatan di 109 Rumah Sakit TNI sebagai kesiapan penanganan Covid-19.

Terkait refocusing atau pengalihan anggaran TNI tahun 2020, Hadi menyebut nilainya Rp196,8 miliar. Dana tersebut berasal dari anggaran Mabes TNI senilai Rp25,7 miliar; TNI Angkatan Darat Rp39,9 miliar; TNI Angkatan Laut Rp64,5 miliar; dan TNI Angkatan Udara Rp69,5 miliar.

"Refocusing anggaran di Mabes TNI untuk alat laboratorium PCR sebesar Rp14,8 miliar, dan reagen kit khusus virus corona sebesar Rp10,9 miliar," kata Hadi.

Dia juga menjelaskan, refocusing yang dilakukan di masing-masing matra akan di gunakan untuk keperluan berbeda. Pengalihan anggaran TNI AD, akan digunakan di antaranya untuk membeli alat pelindung diri atau APD, rapid test Covid-19, swab, dan wireless smart helmet with mass temperature screening.

Kemudian, pengalihan anggaran TNI AL digunakan untuk peningkatan atau pengadaan fasilitas dan sarana prasarana di RS, pasir angin dan ruang isolasi, alat bantu pernapasan, APD, reagen rapid test Covid-19, insentif tenaga medis, dan bahan baku sanitizer.

Sponsored

Sementara itu, pengalihan anggaran di TNI AU digunakan untuk insentif tenaga kesehatan di RSPAU Hardjolukito, RSAU Moh. Salamun, RSAU Esnawan Antariksa. Lalu, untuk APD, test kit, PCR, dan APD laboratorium. 

Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya

Begini penampakan vivo X60 Pro

Jumat, 04 Des 2020 16:43 WIB

Fanatisme Bisa Merusak Kemajemukan

Sabtu, 05 Des 2020 04:13 WIB