sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tokoh yang berkonflik diminta rekonsiliasi

Mereka diminta meniru langkah Jokowi dan Prabowo pasca-Pilpres 2019.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 17 Okt 2020 18:24 WIB
Tokoh yang berkonflik diminta rekonsiliasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama, meminta seluruh semua pihak dan tokoh nasional menghentikan kegaduhan dan melakukan rekonsiliasi untuk Indonesia lebih baik. Dicontohkannya dengan hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, selepas Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Kegaduhan yang terjadi selama ini membuat anak bangsa menjadi terbelah. Seharusnya mereka yang bertikai bisa mencontoh Prabowo yang melakukan rekonsiliasi dengan Pak Jokowi pasca-Pilpres 2019," ucapnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/10). 

Jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, dirinya juga meminta para pemuda bersatu dan bangkit sekalipun berbeda sikap. "Semangat persatuan harus kita pelihara dengan baik."

"KNPI sekali lagi menegaskan, agar semua tokoh masyarakat dapat bersatu dan berekonsiliasi. Hilangkan semua kegaduhan," tambah Haris.

Sponsored

Eskalasi silang sikap pemerintah dengan publik kian meruncing seiring pengesahan sejumlah regulasi dan buruknya kinerja. Terakhir setelah DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) untuk disahkan melalui paripurna, 5 Oktober.

Di sisi lain, muncul kelompok sipil, yang terdiri dari beragam latar belakang, kontra pemerintah. Mereka menamakan diri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Sejumlah pentolan KAMI belakangan ditangkap kepolisian dengan tudingan menyebarkan ujaran kebencian dan memicu kerucuhan saat aksi tolak RUU Ciptaker. Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat, beberapa nama yang diciduk aparat.

Berita Lainnya