sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tolak omnibus law, ribuan buruh demo di depan Balai Kota

Anies Baswedan berjanji, bakal menyampaikan aspirasi pekerja kepada pemerintah pusat.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 11 Mar 2020 16:10 WIB
Tolak <i>omnibus law</i>, ribuan buruh demo di depan Balai Kota
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 27549
Dirawat 17951
Meninggal 1663
Sembuh 7935

Ribuan orang mengatasnamakan Gerakan Buruh DKI Jakarta berunjuk rasa di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (11/3). Mereka menuntut penarikan Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Kerja (RUU Cipker).

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jakarta, Winarso, menyatakan, draf sapu jagat (omnibus law) itu takberpihak kepada buruh. Lantaran beberapa pasal di dalamnya merugikan.

"Seperti sistem pengangkatan kerja. Pemodal dan pengusaha diberi keleluasaan dengan sistem outsourcing (alih daya)," ucapnya saat berorasi, beberapa saat lalu.

Dirinya pun meminta Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, menjembatani aspirasi pekerja. Untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

Gayung bersambut, kata berjawab. Dinas Tenaga Kerja dan Transmingrasi (Disnakertrans) Jakarta mengklaim, pemerintah provinsi (pemprov) berkomitmen menyejahterakan para pekerja di Ibu Kota.

"Bapak Anies sangat memperhatikan kesejahteraan kaum buruh. Ini dibuktikan dengan program yang pernah kita diskusikan bersama," kata Kepala Disnakertrans Jakarta, Andri Yansyah, dari atas mobil komando.

Dirinya pun berjanji, bakal meneruskan aspirasi demonstran. "Akan kita tindak lanjuti," ujar dia.

Andri lantas meminta kepada buruh menjaga kebersamaan dan menjunjung asas kekeluargaan. Juga tak melakukan tindakan yang berpotensi merusak citranya.

Sponsored

"Apa pun bentuk usulan, tolong tingkatkan kebersamaan dan kekeluargaan di antara kita. Jangan sampai citra kita dirusak," tutupnya.

Di sela aksi, sekitar 20 perwakilan demonstran diperkenankan masuk ke Balai Kota. Untuk berdiskusi dengan pejabat pemprov.

"Pesan kita sudah masuk dan sudah sampai. Pak Gubernur berjanji, akan menyampaikan aspirasi kita ke pemerintah pusat. Semua aspirasi kita menolak omnibus law itu, diamini Pemprov DKI Jakarta," tutup Winarso.

Unjuk rasa diikuti sejumlah elemen pekerja. Selain KSPI, ada Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Seluruh Indonesia (SP LEM SI), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Federasi Serikat Pekerja Industri (FSPI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), serta Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).Setelah berdemo di depan Balai Kota, massa kini menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Jakarta. Aspirasi sama disampaikan mereka.

Berita Lainnya