sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tolak RUU Cipker, BEM SI akan 'seruduk' DPR hari ini

Aksi bakal berlanjut hingga parlemen mengabulkan tuntutan mereka.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 04 Mar 2020 10:44 WIB
Tolak RUU Cipker, BEM SI akan 'seruduk' DPR hari ini
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indoensia (BEM SI) berencana menggelar aksi menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Kerja (RUU Cipker) di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/3).

"Ya. Kami, BEM SI, akan menggelar aksi hari ini," kata Kepala Departemen Sosial Politik BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Anas, saat dikonfirmasi Alinea.id, beberapa saat lalu.

Unjuk rasa berisikan beberapa tuntutan. Pertama, menuntut DPR tak mengesahkan RUU Cipker. Lantaran bertentangan dengan Pasal 5 dan Pasal 96 UU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan⁣.

Dalam beleid sapu jagat (omnibus law) itu, terang dia, BEM SI melihat ada upaya sentralisasi kekuasaan. Dus, mencederai semangat reformasi.

Kedua, menolak penghapusan hak pekerja. Mencakup jaminan pekerjaan, pendapatan, dan sosial. Sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan⁣.

Kemudian, menolak penyederhanaan izin investasi. Karena berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Sebagaimana isi UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup⁣.

"Kami mendesak pemerintah untuk membuka ruang partisipasi masyarakat. Dalam setiap penyusunan dan perubahan kebijakan⁣," tuturnya.

Intinya, terang Anas, isi RUU Cipker bakal "mencekik kesejahteraan" rakyat. Sehingga, mahasiswa perlu "turun ke jalan".

Sponsored

Dirinya memperkirakan, aksi akan diikuti 800 mahasiswa. Mereka berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Mulanya, berkumpul di depan TVRI. Sebelum bergerak ke MPR/DPR.

"Ini sebagai pergerakan awal. Walau kami tahu, sekarang DPR masih dalam masa reses," ujar dia.

Dipastikannya, reli bakal dilanjut hingga parlemen mengabulkan tuntutan mahasiswa. Jika tidak, mereka berencana menerjunkan massa dalam jumlah lebih besar. Pun elemen yang dilibatkan.

"Pada tanggal 23 Maret, bertepatan dengan Rapat Paripurna DPR awal setelah mereka reses, kemungkinan akan ada aksi berskala nasional. Bukan hanya mahasiswa. LSM dan kelompok buruh, juga akan turun," tutup Anas.

Berita Lainnya