sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tuan tanah, Nurdin Abdullah punya kekayaan Rp51 miliar

Dari LHKPN, kekayaan Nurdin didominasi oleh kepemilikan tanah dan bangunan sebesar Rp49,3 miliar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 27 Feb 2021 11:09 WIB
Tuan tanah, Nurdin Abdullah punya kekayaan Rp51 miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah pada Jumat (26/2) tengah malam. Nurdin tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Saat ini, diketahui Nurdin telah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalankan pemeriksaan. Lalu, berapa sebenarnya kekayaan Nurdin Abdullah?

Dilansir dari laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN), Nurdin Abdullah memiliki total harta 51,3 miliar. Kekayaan Nurdin didominasi oleh kepemilikan tanah dan bangunan sebesar Rp49,3 miliar.

Diketahui, sejumlah 54 tanah dan bangunan milik Nurdin tersebar di Kota Makassar, Tangerang, Soppeng, dan Bantaeng. Sebuah tanah dan bangunan seluas 6.300 meter persegi di Kota Makassar, menjadi aset termahal milik Nurdin, dengan nilai Rp10,104 miliar.  

Sementara, harta lainnya milik Nurdin adalah sebuah mobil Toyota Alphard keluaran 2016 senilai Rp300 miliar. Selain itu, Nurdin juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp271 juta, kas dan setara kas senilai Rp267 juta, dan harta lainnya senilai Rp1,15 miliar.

Adapun dikutip dari portal Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin tercatat menempuh pendidikan S1-nya di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin tahun 1986. Lalu, pada 1991, dia melanjutkan pendidikan ke jenjang master of agriculture di Kyushu University, Jepang.

Gelar doktor agrikulturnya pun dia dapatkan di Kyushu University pada 1994.

Nurdin diketahui pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia. Dia juga pernah menjabat sebagai President Director of Global Seafood Japan dan Direktur Kyusu Medical Co. Ltd., Jepang.

Sponsored

Dia juga pernah menjadi Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar, Bupati Bantaeng dua periode, sejak 2008 hingga 2018.

Berita Lainnya