sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tunda Formula E, Pemprov DKI diduga takut rugi

Namun, kata Mahfud MD, Anies lebih berhak menyampaikan alasannya.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 11 Mar 2020 19:28 WIB
Tunda Formula E, Pemprov DKI diduga takut rugi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, berpandangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta khawatir merugi kala Formula E tetap digelar sesuai jadwal. Sehingga, meminta balapan ditunda.

Musababnya, dunia cenderung menghendaki menghindari berkumpulnya orang demi menangkal penyebaran coronavirus jenis baru (Covid-19). Termasuk dalam menyaksikan ajang balapan mobil listrik cepat tersebut.

"Mungkin kalau enggak banyak yang nonton, kan, rugi juga. Lalu ditunda. Barangkali itu (alasannya). Tapi, Pak Anies yang berhak menjawab alasannya," katanya di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (11/3).

Padahal, menurutnya, situasi keamanan Ibu Kota kondusif. Takada kepanikan luar biasa. "Biasa-biasa saja," ucap dia.

Meski demikian, Mahfud menyampaikan, Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, lebih berhak menjawab ihwal penundaan Formula E. Pun paling tahu alasan menangguhkannya.

"Pak Anies yang punya program itu. Formula E itu. Dia yang mengumunkan dulu, bahwa akan ada itu. Lalu, dia juga yang kalau harus ditunda. Dia juga yang mengumumkan. Itu biasa-biasa saja," tuturnya.

Anies mengumumkan penundaan Formula E di kawasan Medan Merdeka. Sejatinya, bakal digelar 6 Juni 2020.

Keputusan itu mempertimbangkan menyebarnya coronavirus di Tanah Air. Per malam ini, pukul 19.25 WIB, pemerintah mengumumkan, jumlah kasus di Indonesia mencapai 34 pasien positif terinfeksi Covid-19.

Sponsored
Berita Lainnya