sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

UE-Indonesia rilis program kerja sama berkelanjutan 2020

Program juga mencakup mitigasi efek perubahan iklim dan capaian kegiatan yang didukung UE.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 18 Sep 2020 13:21 WIB
UE-Indonesia rilis program kerja sama berkelanjutan 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa dan Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia, Vincent Piket, meluncurkan EU-Indonesia Cooperation Publication 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis (17/9). Program tersebut merangkum upaya memajukan pembangunan berkelanjutan hingga mitigasi efek perubahan iklim.

UE-Indonesia Cooperation Publication 2020 juga menyoroti berbagai pencapaian program-program pembangunan di Indonesia yang didukung Uni Eropa serta negara-negara anggotanya.

Dengan kemitraan yang berlangsung selama lebih dari 40 tahun, UE dan Indonesia disebut telah membuat kemajuan besar dalam menangani prioritas bersama dan tantangan global, termasuk mengatasi krisis kesehatan saat ini dan perubahan iklim.

Kerja sama keduanya mendukung pertumbuhan ekonomi, sistem kesehatan, pendidikan, inklusi sosial, dan perlindungan lingkungan. Di semua bidang tersebut, proyek kerja sama bertujuan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membangun kapasitas, yang tercermin dalam tema publikasi 2020, "Membangun Kapasitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Hijau".

"Kami sadar, bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 menghadapi banyak tantangan, terutama dalam hal memastikan upaya pemulihan ekonomi sejalan dengan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan, adalah salah satu prioritas pembangunan yang implementasinya menjadi target semua sektor," ujar Suharso dalam keterangan tertulis, beberapa saat lalu.

"Kami yakin, upaya mencapai pertumbuhan ekonomi berkualitas hanya dapat dicapai jika di waktu yang sama, kita juga melakukan upaya pelestarian lingkungan," sambungnya.

Menanggapi tantangan kesehatan global, UE dan anggotanya baru-baru ini meluncurkan paket "Tim Eropa" untuk mendukung respons Indonesia terhadap pandemi. Secara total €200 juta atau setara Rp3,4 triliun dialokasikan untuk memasok alat pelindung, bekerja dengan masyarakat sipil dan kelompok rentan, serta investasi untuk memperkuat sektor kesehatan.

UE menyatakan, ke depannya kerja sama dengan Indonesia akan mencakup metode inovatif untuk mendanai transisi hijau, pembangunan perkotaan, dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan.

Sponsored

"Pandemi Covid-19 adalah guncangan sosial dan ekonomi secara tiba-tiba dan terbesar dari generasi kita, yang memengaruhi semua masyarakat secara global. Uni Eropa dan negara anggotanya bertekad untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi krisis. Melalui upaya bersama, kita dapat mengatasi krisis kesehatan dan memastikan pemulihan yang hijau dan berkelanjutan," tutur Piket.

Pada 2019, Indonesia dan UE telah menggelar sejumlah program kerja sama seperti ARISE Plus, sebuah program bantuan terkait perdagangan baru akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, mendorong penciptaan lapangan kerja, dan berkontribusi pada daya saing perdagangan Indonesia.

Berita Lainnya