sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ulama diimbau tak berikan ceramah bermuatan politik

"Untuk alim ulama dan tokoh agama, mari membawa umat ke arah kedamaian, kesejukan."

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 11 Sep 2018 11:10 WIB
Ulama diimbau tak berikan ceramah bermuatan politik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Nama Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir. Melalui media sosialnya, Ustaz yang bernama asli Abdul Somad Batubara itu mengaku mendapatkan intimidasi dan harus membatalkan rencananya mengisi sebuah ceramah di Riau.

Menanggapi hal itu, Polri mengimbau ceramah yang diberikan para tokoh agama tidak memuat unsur politik, meskipun saat ini kontestasi politik sedang berlangsung. Tokoh agama, ulama dan tokoh masyarakat justru diharapkan menjadi penyebar kedamaian melalui ceramah-ceramah yang disampaikan ke masyarakat.

"Jadi imbauan saya untuk alim ulama dan tokoh agama, mari membawa umat ke arah kedamaian, kesejukan, ini umum saya tidak menyebut satu persatu," ucap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, Senin (10/9).

Setyo mengatakan peran ulama sangat penting di masyarakat, sehingga akan memberikan arahan kepada masyarakat untuk tetap mengutamakan perdamaian di proses demokrasi. Ia juga mewanti-wanti untuk tidak adanya unsur provokasi dari berbagai pihak melalui cara apapun.

Lebih lanjut menurut Setyo, Polri akan menggandeng ulama dalam pengamanan Pemilu mendatang. Nantinya, ulama akan bergabung dalam satgas nusantara. Langkah itu dilakukan guna menjaga keamanan. Selain itu juga bertujuan agar masyarakat tetap terhindar dari segala sesuatu yang menimbulkan perpecahan.

"Satuan tugas nusantara bekerja sama dengan semua alim ulama, tokoh adat dan tokoh lainnya untuk jadi penyejuk," ujar Setyo.

Di kancah politik, UAS  pernah menarik perhatian publik jelang pendaftaran pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 2019. Saat itu, ia disebut-sebut menjadi bakal pasangan Prabowo Subianto untuk maju ke Pilpres 2019. 

Pendakwah populer itu beberapa kali menarik perhatian dunia maya lantaran isi konten ceramahnya yang kontroversial. Pada Minggu (2/9) lalu, UAS juga pernah mengunggah pengumuman terkait penolakan di beberapa daerah. Dia menyebut, mendapatkan ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang.
 

Sponsored
Berita Lainnya