sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Upaya KLHK mitigasi longsor di Bogor dan Lebak

Namun, hingga kini urung dapat dilakukan. Lantaran belum sepenuhnya kondusi

Rizki Febianto
Rizki Febianto Selasa, 21 Jan 2020 21:34 WIB
Upaya KLHK mitigasi longsor di Bogor dan Lebak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menstabilkan kawasan-kawasan lereng gunung dengan metode  soil bioengineering. Guna mengantisipasi longsor. Seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) dan Lebak, Banten.

Soil bioengineering merupakan upaya menguatkan konstruksi tanah di kawasan lereng. Dengan menanami berbagai jenis tanaman di area-area yang terbuka.

"Akar tanamannya nanti dapat meningkatkan kohesi tanah. Sebagai sistem konstruksi alami penstabil lereng," ujar peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Badan Litbang dan Inovasi (Puslitbanghutan BLI) KLHK, Budi Hadi Narendra, di Gedung Manggala Winabakti, Kompleks KLHK, Jakarta, Selasa (21/1).

Hanya tanaman tertentu yang akan ditanam di lereng gunung. Ditinjau dari kriteria akarnya. Seperti kerapatan, jumlah, kedalaman, pola percabangan, sudut kemiringan, dan diamter.

"Untuk meningkatkan stabilitas lereng, panjang akar mesti mencukupi. Supaya akar tanah dapat berinteraksi dan mencengkeram tanah," ucap dia.

KLHK telah melakukan penelitian sebelumnya. Tanaman bidara laut (Strychnos lucida R.Br.) dianggap laik menstabilkan tanah lereng pegunungan.

"Selain perakarannya sesuai, jenis pohon ini ukurannya juga tidak besar. Sehingga, tidak terlalu membebani tanah lereng," tuturnya.

Hingga kini, ungkap Budi, metode penanaman bidara laut urung dilakukan di Kabupaten Bogor dan Lebak. Lantaran belum sepenuhnya kondusif. 

Sponsored

"Sekarang, kita masih memetakan dulu. Mana daerah yang sudah stabil. Mana yang tanahnya masih bergerak. Itu dulu kita lakukan. Kalau sudah, baru kita rencanakan pembibitan," katanya.

Jika terlaksana, penanaman harus memperhatikan berbagai aspek. Salah satunya, besaran batang pohon yang akan ditanam. 

"Yang cenderung memiliki batang yang besar, jangan ditanam di bagian atas. Tapi, lebih ditempatkan di lereng-lereng bawah. Sedangkan jenis dengan batang yang relatif kecil, sehingga ringan, bisa ditempatkan di bagian atas," tutup Budi.

Berita Lainnya