sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Update korban banjir NTT: 163 meninggal, 20.929 masih mengungsi

Banjir dan longsor di NTT telah menyebabkan berbagai kerugian materiil.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 09 Apr 2021 07:36 WIB
Update korban banjir NTT: 163 meninggal, 20.929 masih mengungsi

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) per Kamis (8/4) pukul 20.00 WIB mencapai 163 orang, 45 hilang, 132 luka-luka, dan 20.929 orang mengungsi.

Rincian korban meninggal dunia, yaitu sebanyak 71 warga Kabupaten Flores Timur, 27 warga Kabupaten Alor, enam warga Kabupaten Malaka, dan satu warga Kabupaten Sikka. Kemudian, sebanyak 43 warga Kabupaten Lembata, tiga Kabupaten Kupang, enam warga Kota Kupang, dua warga Kabupaten Sabu Raijua, dua warga Kabupaten Rote Ndao, satu warga Kabupaten Ngada, dan satu warga Kabupaten Ende.

“Secara keseluruhan untuk NTT korban meninggal sebanyak 163 orang, dan 45 orang hilang,” ujar Kepala BNPB Doni Monardo dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/4).

Banjir dan longsor di NTT telah menyebabkan berbagai kerugian materiil. Rumah, sekolah, hingga gedung pemerintah hancur. Jembatan putus hingga berbagai wilayah masih terisolir. Selain itu, kata dia, bupati/wali kota melaporkan banyak pula sawah dan irigasi hancur, serta hewan ternak hanyut.

Sebelumnya Kepala BNPB, Doni Monardo menyebut, hampir semua tempat pengungsian korban banjir bandang di NTT telah tersedia layanan kesehatan. Namun, jumlah dokter masih terbatas hingga kini.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendatangkan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai provinsi. Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Jawa Timur (Jatim), misalnya.

Terkait ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan (alkes), Doni mengklaim, masih terpenuhi. Kecuali, alat untuk merawat pasien patah tulang. "Kami sudah koordinasi untuk segera didatangkan dari Jakarta, Surabaya, dan Makassar," ucapnya dalam telekonferensi, Selasa (6/4).

Untuk meminimalisasi kerumunan di lokasi pengungsian, BNPB menyiapkan dana sewa hunian bagi setiap keluarga. BNPB juga akan menyalurkan tes cepat (rapid test) antigen ke berbagai daerah terdampak agar bisa melakukan penapisan (screening).

Sponsored

Terkait pemulihan rumah rusak pascabanjir bandang, pemerintah pusat telah menyiapkan skema pendanaan pembangunan. Setiap rumah rusak berat akan menerima bantuan Rp50 juta rupiah, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Berita Lainnya